detikBali

Nonton Voli Berujung Maut di Bima, 1 Pemuda Tewas Dibacok

Terpopuler Koleksi Pilihan

Nonton Voli Berujung Maut di Bima, 1 Pemuda Tewas Dibacok


Rafiin - detikBali

Tiga pelaku pembacokan di Desa Dumu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, NTB yang ditangkap Polisi, pada Rabu (21/10/2026) dinihari. (Dok. Polres Bima Kota)
Foto: Tiga pelaku pembacokan di Desa Dumu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, NTB yang ditangkap Polisi, pada Rabu (21/10/2026) dinihari. (Dok. Polres Bima Kota)
Bima -

Menonton pertandingan voli berujung maut terjadi di Desa Dumu, Kecamatan Lamggudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Satu pemuda tewas dibacok dan satu lainnya luka-luka.

"Benar, kejadiannya tadi malam," ucap Kapolres Bima Kota, AKBP Mubiarto, Rabu (21/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mubiarto mmenyebutkan korban meninggal dunia yakni Abdul Munir (24), sedangkan korban terluka bernama Rahmadin (23). Keduanya merupakan warga Dusun Oi Ua, Desa Dumu, Kecamatan Langgudu.

"Satu orang meninggal dunia dan satu orang luka-luka," sebut dia.

ADVERTISEMENT

Tak berselang lama, lanjut Mubiarto, Tim gabungan dari Satreskrim Polres Bima Kota, bersama Polsek Langgudu dan Polsek Lambu mengamankan tiga terduga pelaku. Ketiganya diamankan di lokasi yang berbeda.

"Tiga terduga pelaku sudah diamankan langsung dalam kurun waktu tak sampai 12 jam setelah kejadian. Masing-masing berinisial RA (19), SA (19) dan MM (18)," sebutnya.

Berdasarkan hasil interogasi awal terhadap RA, peristiwa berdarah itu bermula saat RA bersama sejumlah rekannya menonton pertandingan bola voli di Desa Dumu pada Selasa (21/10/2026) malam. Salah seorang teman mereka bercerita pernah dipukul sekelompok orang.

"Mendengar cerita itu, SA mengajak untuk mendatangi orang-orang yang dimaksud hingga terjadi adu mulut dan berujung perkelahian," ungkap dia.

Dalam keterangan awal, SA mengaku menusuk korban Abdul Munir menggunakan sebilah golok. Sementara RA mengaku menggunakan sebilah keris untuk menusuk korban Rahmadin pada bagian punggung sebanyak tiga kali.

"Sedangkan keterangan awal MM, hanya mengaku berada di lokasi kejadian tetapi tidak melakukan penganiayaan," ungkap dia.

Mubiarto memastikan keterangan tiga terduga pelaku yang berasal dari Desa Mangge, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, itu akan didalami dan diperiksa lebih lanjut. Tujuannya untuk mengungkap secara utuh peran masing-masing pihak dalam peristiwa tersebut.

"Polres Bima Kota akan menangani perkara ini secara profesional dan mengusutnya dengan tuntas. Kami imbau warga agar bersama-sama menjaga kamtibmas dan tidak main hakim sendiri" tandasnya.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads