Mantan Ketua KPU Hasyim Asy'ari menjadi pusat perhatian hakim Mahkamah Konstitusi (MK) saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang gugatan terkait ijazah Gibran Rakabuming Raka. Sejumlah hakim bahkan melontarkan candaan kepada Hasyim dalam sidang yang digelar Kamis (1/10/2026) malam.
Sidang perkara nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 itu digelar di gedung MK. Dari delapan hakim MK yang hadir, separuhnya melontarkan candaan dan pertanyaan kepada Hasyim.
Hakim MK Arsul Sani menjadi yang pertama menyapa kondisi kesehatan Hasyim. Arsul kemudian berkelakar bahwa pertanyaan untuk Hasyim dalam sidang masih jauh lebih ringan dibanding pertanyaan yang akan dilontarkan Munkar dan Nakir di alam kubur.
"Sehat Pak Hasyim ya? Walaupun pertanyaannya berat-berat, saya yakin ini masih jauh lebih ringan daripada pertanyaan Munkar dan Nakir di alam kubur nanti Pak Hasyim. Anggap aja ini panasan saja lah, pada akhirnya nanti kita semua akan ditanya Munkar-Nakir," ujar Arsul.
Candaan Arsul kemudian disambar pimpinan sidang, hakim Saldi Isra. Saldi meminta persoalan mengenai Munkar-Nakir ditanggapi "secara adat".
"Soal Munkar-Nakir, itu biar lah urusan nahdliyin, ini nahdliyin, itu nahdliyin juga, itu nanti diselesaikan secara adat saja Pak Hasyim yang kayak-kayak begitu, susah kita mengurus yang seperti soal begitu," ucap Saldi.
Selanjutnya, hakim MK Enny Nurbaningsih mendapat giliran bertanya kepada Hasyim. Sebelum melontarkan pertanyaan, Enny menyoroti penampilan Hasyim yang terlihat lebih kurus.
"Pak Hasyim, udah lama nggak ketemu Pak Hasyim ini. Pak Hasyim kok tambah kurus kayaknya? Banyak pikiran ya Pak?" tanya Enny.
"Justru sekarang tanpa beban Bu justru," jawab Hasyim.
"Hahaha, baik," sahut Enny.
Hakim MK Adies Kadir kemudian ikut menyoroti kehadiran Hasyim. Adies menyebut Hasyim menjadi bintang dalam persidangan malam itu. Dia juga menilai Hasyim terlihat lebih muda setelah tidak lagi menjadi Ketua KPU.
"Saya ini mau ke Pak Hasyim juga nih, biar jadi bintang malam ini, kalau tadi Bu Prof Enny bilang tambah kurus, saya bilang tambah muda beliau nih," tutur Adies Kadir.
Saldi Isra kembali melontarkan candaan setelah Adies. Dia menyebut kehadiran Hasyim sebagai saksi bisa menjadi strategi KPU agar pertanyaan mengenai gugatan pencalonan Gibran diarahkan kepada Hasyim, bukan Ketua KPU saat ini, Mochammad Afifuddin.
"Sebelum dijawab, ini Pak Hasyim paling populer nih malam ini, ini taktiknya Pak Afif juga, karena kemarin dia tuh banyak yang tanya, sudah Pak Hasyim saja didorong ke depan katanya, supaya serangan ke dia, pindah ke Pak Hasyim," imbuh Saldi Isra.
Simak Video "Video Pesan Wapres Gibran untuk Generasi Muda: Gunakan AI untuk Belajar"
(dpw/dpw)