detikBali

367 Meteran Air di Badung Digondol Maling, Kerugian Capai Rp 245 Juta

Terpopuler Koleksi Pilihan

367 Meteran Air di Badung Digondol Maling, Kerugian Capai Rp 245 Juta


Sui Suadnyana, Agus Eka - detikBali

Meteran air PAM warga Jalan Atletik Parepare.
Foto: Meteran air. (Ardiansyah/detikSulsel)
Badung -

Pencurian meteran air milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama Badung makin merajalela hingga menyebabkan kerugian ratusan juta rupiah. Perusahaan daerah air minum (PDAM) tersebut melaporkan total sebanyak 367 unit perangkat raib di wilayah Badung selatan dan utara.

"Total water meter hilang itu 367 unit. Rinciannya, 309 unit di Badung selatan dan 58 unit di wilayah utara dengan total kerugian sampai Rp 245 juta," kata Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, I Made Suarsa, Kamis (1/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi nekat para pelaku disinyalir karena mengincar komponen berbahan kuningan yang berada di dalam perangkat meteran air. Material tersebut memiliki nilai ekonomis tinggi dan sangat mudah untuk dijual kembali.

"Bahan kuningan di bagian dalam water meter itu yang berharga dan bisa dijual, sedangkan bagian luarnya hanya besi dan plastik. Kuningan itu yang bisa diolah kembali," terang Suarsa.

ADVERTISEMENT

Kasus ini tengah ditangani polisi setelah ditemukannya barang bukti meteran air di Kecamatan Kuta Utara. Meski begitu, manajemen Air Minum Tirta Mangutama Badung belum bisa menyimpulkan komplotan pencuri wilayah lain merupakan pelaku yang sama atau tidak.

"Kami tidak berasumsi karena masih menunggu hasil pemeriksaan polisi. Apalagi, temuan yang sedang diperiksa berada di wilayah Kuta Utara, sedangkan untuk kasus di Badung selatan masih perlu dipastikan apakah pelakunya sama atau tidak," tegas Suarsa.

Guna mencegah kejadian berulang, Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung memperketat keamanan dengan memasang pelindung besi pada setiap unit meteran air. Pemasangan pelindung ini diprioritaskan di kawasan yang rawan tindak pencurian.

"Awalnya kami fokus untuk pengamanan di Badung selatan, tetapi ketika pemasangan belum selesai, (pencurian) mulai terjadi ke wilayah utara. Sekarang semua water meter baru yang dipasang sudah kami lengkapi dengan pengaman besi," ujar Suarsa.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads