Abah AIS Diperiksa Terkait Kasus Pelecehan Santriwati, Begini Penampilannya

Edi Suryansyah - detikBali
Senin, 28 Sep 2026 15:38 WIB
Mantan pimpinan Ponpes Abul Barokat Wannafaat, Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, saat menjalani pemeriksaan Polresta Lombok Tengah, Senin (28/9/2026). (Foto: Edi Suryansyah/detikBali)
Lombok Tengah -

Gamis hitam, jas hitam, dan surban putih menjadi penampilan Abah AIS saat memenuhi panggilan penyelidik Unit PPA Satreskrim Polresta Lombok Tengah, Senin (28/9/2026). Mantan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafaat itu diperiksa terkait kasus dugaan pelecehan dan kekerasan seksual terhadap santriwatinya.

Pantauan detikBali, Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah tiba di Polresta Lombok Tengah sekitar pukul 09.10 Wita dengan didampingi kuasa hukumnya. Ia tampak mengenakan gamis warna hitam dengan balutan jas warna hitam serta surban putih melingkar di kepala.

Abah AIS memenuhi panggilan penyelidik setelah sebelumnya membantah seluruh tuduhan yang ditujukan kepadanya. Ia juga disebut seharusnya diperiksa bersamaan dengan istri dan orang kepercayaannya berinisial M.

Berdasarkan pantauan media ini, hanya Abah AIS yang terlihat memenuhi panggilan pemeriksaan. Hingga pukul 14.30 Wita, dia masih dimintai keterangan oleh penyelidik.

Para awak media juga masih menunggu pemeriksaan Abah AIS selesai.

Sebelumnya, AIS membantah seluruh tuduhan yang ditujukan kepadanya. Dia menyebut pihaknya tengah mempersiapkan surat pengaduan untuk melaporkan mantan santrinya, Yusron, ke polisi karena dinilai telah mencemarkan nama baiknya.

"Atas tuduhan tidak benar yang merugikan nama baik saya, saya menyatakan akan mengambil langkah hukum dan melaporkan saudara Yusron kepada pihak berwajib," imbuhnya, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, Yusron telah menyebarkan draf teks secara sepihak dengan tuduhan dirinya melakukan pelecehan seksual terhadap santriwatinya. Dia menyebut Yusron tak pernah menanyakan hal tersebut secara langsung kepadanya.

"Yang bersangkutan tanpa mengikuti proses tabayyun terlebih dahulu dengan saya, melainkan langsung menyebarkan isu yang belum terbukti kebenarannya," katanya.

Selain Yusron, Imanuddin mengatakan akan melaporkan BBC Indonesia. Dia menilai pemberitaan yang dipublikasi media tersebut telah merugikannya.

"Keputusan tersebut saya ambil karena saya menilai pemberitaan tersebut bersifat sepihak dan tidak memberikan ruang yang memadai bagi saya untuk menyampaikan klarifikasi secara berimbang. Pemberitaan tersebut juga telah menimbulkan kerugian, baik secara materiil maupun immateriil, bagi saya dan keluarga," tuturnya.

Imanuddin mengatakan pemberitaan tersebut juga berdampak pada kondisi psikologis dirinya dan keluarga.

"Kondisi psikologis saya dan keluarga besar saya turut terganggu akibat tuduhan-tuduhan yang saya nyatakan tidak benar tersebut," pungkasnya.



Simak Video "Video: Sempat Hambat Proses Penyelidikan Satgas PPK USU Ingin Terduga Pelaku Pelecehan Kooperatif"

(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork