detikBali

10 Rumah di Pergung Jembrana Disatroni Maling, Warga Rela Ronda Malam

Terpopuler Koleksi Pilihan

10 Rumah di Pergung Jembrana Disatroni Maling, Warga Rela Ronda Malam


I Putu Adi Budiastrawan - detikBali

Wargamenggelar ronda malambuntut maraknya kasus pencuriandi Banjar Pangkung Apit, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Istimewa)
Warga menggelar ronda malam buntut maraknya kasus pencurian di Banjar Pangkung Apit, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Istimewa)
Jembrana -

Warga diresahkan dengan maraknya aksi pencurian di Banjar Pangkung Apit, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali. Mereka kini rela menggelar ronda malam secara bergantian untuk mencegah berulangnya kasus pencurian.

Salah seorang korban, I Gusti Ngurah Putu Wira Darma, mengungkapkan aksi pencurian beruntun di wilayah itu sudah terjadi sebanyak 10 kali sejak Juli hingga September 2026. Menurutnya, satu rumah warga bahkan disatroni maling hingga tiga kali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejak kurun waktu Juli sampai September 2026 total yang kemalingan ada 10 kejadian di satu banjar ini," ungkap Wira saat dikonfirmasi detikBali, Jumat (18/9/2026).

"Maling ini pintar sekali karena selalu lolos dari warga. Kejadian di satu banjar saya, Banjar Pangkung Apit, termasuk saya jadi korban juga," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Wira mengungkapkan pelaku mengincar barang-barang berharga seperti uang tunai, perhiasan emas, sertifikat tanah, hingga perlengkapan upakara berupa bokoran. Wira sendiri kehilangan emas 8 gram, uang tunai Rp 1,9 juta, dan sertifikat tanah saat rumahnya dibobol pada 4 Agustus lalu.

"Setelah saya, ada lagi tiga rumah yang mengalami pencurian, bulan Agustus sampai September. Yang terakhir di rumah tetangga saya Pak Gede Suamar, tanggal 13 September kemarin. Total kerugian sekitar Rp 3 jutaan, uang, dan emas," tuturnya.

Wira membenarkan warga di lingkungan banjar itu kini menggelar ronda malam secara bergilir. Menurutnya, selama dua pekan ronda malam berjalan, aksi pencurian sempat terhenti. Namun, begitu ronda dihentikan karena keterbatasan anggarandan kesibukan warga, maling kembali beraksi.

"Ronda selesai, ternyata malah ada pencurian lagi," beber Wira sembari berharap agar polisi segera menangkap pelaku pencurian tersebut.

Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sartika membenarkan adanya serangkaian aksi pencurian di wilayah tersebut. Sartika menyebut masih banyak korban yang tidak membuat laporan resmi.

"Ada tiga laporan yang resmi. Tidak semua melapor. Kasus ini kami masih terus dilakukan penyelidikan dan pendalaman," ujar Sartika singkat.



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads