detikBali

Polres Badung Gandeng Ojol Pelototi Penjahat Beratribut Ojek Online

Terpopuler Koleksi Pilihan

Polres Badung Gandeng Ojol Pelototi Penjahat Beratribut Ojek Online


Agus Eka - detikBali

Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, bersama para pengemudi ojek pangkalan dan online di Polres Badung, Kamis (17/9/2026). (Foto: Agus Eka/detikBali)
Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, bersama para pengemudi ojek pangkalan dan online di Polres Badung, Kamis (17/9/2026). (Foto: Agus Eka/detikBali)
Badung -

Polres Badung menggandeng komunitas ojek online (ojol) untuk memperketat pengawasan wilayah. Langkah ini merespons maraknya aksi kejahatan yang memanfaatkan atribut pengemudi ojol sebagai modus penyamaran.

"Banyak pelaku melakukan aksinya memakai atribut pengemudi ojol, menutupi diri agar aksinya lancar. Kami ingin bersinergi mencegah hal itu terjadi kembali," kata Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba di Polres Badung, Kamis (17/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kerja sama ini difokuskan pada pencegahan dini gangguan kamtibmas di lapangan. Joseph mendorong para pengemudi ojek maupun masyarakat untuk langsung menghubungi polisi jika menemukan potensi kejahatan di jalanan.

"Masyarakat dan pengemudi ojek offline maupun online yang menemui gangguan kamtibmas agar segera melaporkan kepada pihak berwajib. Laporan bisa disampaikan melalui layanan call center darurat 110," tutur Joseph.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Joseph juga meminta para pengemudi ojol untuk tertib saat beroperasi mendulang penumpang. Hal ini dinilai penting untuk mencegah kemacetan dan gangguan arus lalu lintas di kawasan Badung.

Para pengemudi ojol mengaku siap membantu polisi dalam mengawasi potensi gangguan keamanan di wilayah mereka. Mereka mengaku turut dirugikan oleh pelaku kejahatan yang menyamar dengan mengenakan atribut ojol.

"Oknum yang mengatasnamakan ojol sangat merugikan mitra resmi karena mereka tidak punya akun dan hanya memakai atribut pinjaman atau beli. Kami bersama Desa Adat Canggu dan Polsek Kuta Utara sudah sering menindak pelanggaran seperti ini," kata Driver Engagement Kantor Operasional Gojek, Rahmat.

"Kami punya komunitas kuat seperti Keluarga Gojek Merah Putih yang menaungi sekitar 1.000 pengemudi. Informasi kriminalitas langsung tersambung antar driver untuk mencegah oknum menyalahgunakan atribut ojol," pungkasnya.

Sebelumnya, Polres Badung bersiap menggelar razia besar-besaran untuk menertibkan pengemudi ojol bodong yang kerap memanfaatkan atribut keselamatan sebagai modus kejahatan jalanan. Langkah ini diambil lantaran maraknya aksi penjambretan di kawasan wisata Kuta Utara.

Terbaru, seorang warga negara (WN) Malaysia menjadi korban penjambretan di Jalan Pangkung Sari, Kerobokan. Pelaku berinisial IWJ (29) kedapatan memantau targetnya menggunakan rompi ojek online sebelum menjambret kalung emas seberat 22 gram bernilai Rp 38,9 juta milik WN Malaysia tersebut.



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads