Maling Bobol Rumah Korban Gempa di Labuan Bajo, Emas-Beras Raib

Ambrosius Ardin - detikBali
Senin, 24 Agu 2026 09:20 WIB
Foto: Pelaku pencurian rumah pengungsi dibawa ke toko emas tempat ia menjual barang curian di Labuan Bajo, Manggarai Barat, 22 Agustus 2026. (Istimewa)
Manggarai Barat -

Rumah yang ditinggalkan pemiliknya untuk mengungsi akibat gempa bumi di Sernaru, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi sasaran pencurian. Sejumlah barang berharga milik korban berinisial WB (29) raib digondol maling.

WB kehilangan ponsel merek Vivo Y12 biru, perhiasan emas, dan 20 kilogram (kg) beras. Pencurian itu diketahui pada Selasa (18/8/2026) sore ketika korban kembali ke rumah di tengah gempa susulan yang masih mengguncang wilayah tersebut. WB mendapati barang-barang dalam rumahnya berantakan.

"Korban yang baru saja pulang bekerja mendapati kondisi rumahnya berantakan dengan bagian dinding dan jendela mengalami kerusakan akibat dicongkel benda tajam," kata Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat AKP Lufthi Darmawan Aditya, Minggu (23/8/2026) malam.

Korban kemudian melaporkan musibah tersebut ke Polres Manggarai Barat. Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo Satreskrim Polres Manggarai Barat berhasil menangkap terduga pelaku berinisial ASJ (17) pada 22 Agustus lalu.

Petugas menyita sebuah ponsel milik korban yang telah di-format ulang, satu buah obeng yang digunakan sebagai alat perusak dinding dan jendela, satu ember penyimpanan beras, dan sebuah sepeda motor Honda Vario hitam yang digunakan ASJ dalam melakukan aksi kejahatannya.

"Berdasarkan hasil penyelidikan, kami berhasil melacak dan langsung mengamankan pelaku beserta barang buktinya," ujar Lufthi.

Lufthi mengatakan dalam aksinya, ASJ memanfaatkan kelengahan warga yang sedang beraktivitas di luar atau mengungsi akibat dampak gempa bumi.

"Modus operandi yang digunakan adalah membongkar paksa dinding dan jendela rumah kosong menggunakan obeng.," jelas Lufthi.

Ia mengatakan ASJ mengakui seluruh perbuatannya. Pelaku melakukan aksinya seorang diri. Barang bukti emas milik korban diketahui telah dijual dan dilebur di salah satu toko emas, sedangkan beras hasil curian telah dijual ke Pasar Wae Kesambi.

Seluruh rangkaian proses hukum akan mengacu pada regulasi khusus perlindungan anak mengingat pelaku berstatus anak di bawah umur. Polisi juga melacak keberadaan barang bukti dari TKP.



Simak Video "Video Basarnas: Total Korban Meninggal Gempa NTT Jadi 51 Orang"

(nor/nor)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork