Hasil Autopsi Kuatkan Dugaan Pembunuhan Mahasiswi Unram

Abdurrasyid Efendi - detikBali
Selasa, 19 Mei 2026 12:33 WIB
Polisi melakukan olah TKP penemuan mahasiswi tewas di kamar kos wilayah Gomong, Mataram, NTB, Senin (18/5/2026). (Foto: Abdurrasyid Efendi/detikBali)
Mataram -

Dugaan pembunuhan terhadap mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Mataram (Unram), Nadya Dwi Ramadhany alias NDR (21), semakin menguat. Dugaan itu muncul setelah polisi melakukan penyelidikan dan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram.

Kapolsek Selaparang, Iptu Zulharman Lutfi, mengatakan hasil penyelidikan sementara menunjukkan adanya indikasi yang mengarah pada dugaan tindak pidana.

"Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, termasuk hasil autopsi yang kami terima, terdapat dugaan yang mengarah pada unsur tindak pidana," ungkap Zulharman, Selasa (19/5/2026).

Meski demikian, Zulharman belum merincikan hasil autopsi terhadap perempuan asal Desa Beru, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa tersebut. Polisi masih mendalami dugaan pembunuhan itu.

"Dugaan tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut melalui proses penyelidikan secara menyeluruh," katanya.

Penanganan kasus selanjutnya telah dilimpahkan ke Satreskrim Polresta Mataram untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Kasus ini telah kami serahkan ke Satreskrim Polresta Mataram untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut guna membuktikan dugaan unsur pidana tersebut," ujarnya.

Jenazah korban juga telah diserahkan kepada pihak keluarga dan diterima langsung oleh ayah kandung korban. Setelah itu, jenazah dibawa pulang ke kampung halamannya.

Kronologi Korban Ditemukan Tewas

Korban ditemukan tewas di kamar kosnya di wilayah Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, pada Minggu (17/5/2026) malam. Korban pertama kali ditemukan oleh temannya yang datang ke kos karena curiga korban tidak bisa dihubungi.

"Teman korban merasa curiga, korban tidak bisa dihubungi," kata Kapolsek Selaparang, Iptu Zulharman Lutfi, Senin (18/5/2026).

Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat menghubunginya pada Sabtu (16/5/2026) dini hari. Saat itu, saksi masih berada di Jakarta dalam perjalanan menuju Lombok.

Setelah tiba di Lombok pada Minggu sore, saksi kembali mencoba menghubungi korban. Namun, telepon korban sudah tidak aktif. Pada malam harinya, saksi bersama sepupunya mendatangi kos korban.

"Saat tiba di lokasi, kamar korban dalam keadaan gelap," ungkapnya.

Saksi beberapa kali mengetuk pintu kamar korban, tetapi tidak ada respons. Motor korban juga tidak berada di lokasi kos.

"Saksi sempat mengira korban sedang keluar, karena motor korban tidak terlihat di kos itu," sebutnya.

Karena merasa curiga, saksi kemudian kembali lagi ke kos korban bersama beberapa temannya untuk memastikan kondisi korban.

"Saat mengintip melalui ventilasi kamar menggunakan senter, mereka melihat korban dalam posisi terlentang dan mencium bau tidak sedap dari dalam kamar," katanya.



Simak Video "Video: Motif dan Hal-hal yang Memberatkan Hukuman 3 TNI Pembunuh Kacab Bank"

(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork