detikBali

Langgar Gencatan Senjata, Israel Bombardir Lebanon Selatan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Langgar Gencatan Senjata, Israel Bombardir Lebanon Selatan


Lisye Sri Rahayu - detikBali

A man stands next to a vehicle near the last remaining bridge linking southern Lebanon to the rest of the country after it was struck on Wednesday by Israel, in Qasmiyeh, Lebanon, April 9, 2026. Picture taken with a mobile phone. REUTERS/Stringer
Foto: Jembatan yang menghubungkan Lebanon selatan dengan wilayah lainnya yang rusak akibat serangan Israel. (REUTERS/Stringer)
Bali -

Israel lagi-lagi melanggar gencatan senjata. Tak sampai satu jam setelah kesepakatan gencatan senjata 10 hari diberlakukan, Negeri Zionis itu memborbardir wilayah Lebanon selatan.

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan artileri Israel terus menembaki kota Khiam dan Dibbine di Lebanon selatan. Penembakan tersebut dilaporkan disertai dengan operasi penyapuan yang melibatkan tembakan senapan mesin di daerah tersebut. Selain itu, di Lembah Bekaa barat, NNA melaporkan aktivitas intensif oleh pesawat pengintai Israel di atas wilayah Rashaya dan lereng barat Jabal al-Sheikh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara dilansir AFP, tembakan meletus di pinggiran selatan Beirut saat gencatan senjata dengan Israel mulai berlaku pada tengah malam waktu setempat pada hari Jumat (21.00 GMT Kamis), menurut jurnalis AFP dan rekaman AFPTV.

Wartawan AFP mendengar suara tembakan dan ledakan RPG tak lama setelah tengah malam dan berlanjut selama lebih dari setengah jam, dengan jejak peluru merah membubung ke langit.

ADVERTISEMENT

Rekaman AFPTV menunjukkan orang-orang kembali ke pinggiran selatan kota, benteng Hizbullah. Beberapa tampak mengibarkan bendera kuning gerakan yang didukung Iran atau membawa potret pemimpinnya yang tewas, Hassan Nasrallah, yang dibunuh oleh Israel pada 2024.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan antrean mobil di beberapa daerah di selatan saat penduduk yang mengungsi kembali ke rumah mereka.

Otoritas Lebanon mengatakan perang tersebut telah menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi.

Sebelumnya pada Kamis, Hizbullah menyerukan kepada penduduk Lebanon untuk menunda kepulangan mereka ke selatan negara itu, lembah Bekaa, dan pinggiran selatan Beirut, "sampai situasinya benar-benar jelas".

Komite Kesehatan Islam yang berafiliasi dengan Hizbullah, dalam sebuah pernyataan, juga menyarankan masyarakat untuk menunggu "sampai Anda yakin bahwa gencatan senjata telah secara resmi diumumkan dan telah berlaku" dan mendesak masyarakat untuk "menunggu sampai pagi" sebelum bepergian.

Komando militer juga menyerukan kepada warga untuk memperhatikan instruksi tentara Lebanon yang ditempatkan di selatan, tempat pasukan Israel telah menyerbu melintasi perbatasan, dan untuk waspada terhadap amunisi yang belum meledak dan "benda-benda mencurigakan".

Artikel ini sudah tayang di detikNews, baca selengkapnya di sini!



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads