Pengemudi ojek online (ojol), Donatus Darso, mengaku trauma seusai dianiaya segerombolan orang saat menjemput turis asing di kawasan Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Akibat penganiayaan itu, Donatus takut bekerja selama dua hari terakhir.
"Trauma. Sudah dua hari tidak kerja," ungkap Donatus, Selasa (14/4/2026).
Donatus telah melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke Polres Manggarai Barat. Ia berharap polisi mengusut tuntas kasus tersebut. "Proses hukum dan diusut sampai tuntas," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menegaskan penyidik tengah melakukan pendalaman sesuai laporan polisi (LP) yang dilayangkan Donatus tersebut. Polisi juga masih menyelidiki identitas para pelaku dan motif mereka melakukan penganiayaan.
"Kami sudah menerima laporannya. Saat ini tim penyidik tengah melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi para pelaku yang terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut," kata Christian.
Sebelumnya, Donatus menduga pelaku pengeroyokan dirinya adalah sopir di Bandara Internasional Komodo. Donatus mengungkapkan ada sekitar 7-9 orang yang menganiaya dirinya pada Senin (13/4).
Donatus mengaku dipukul dan ditendang di bagian perut hingga terjatuh di tengah jalan raya. Dia juga dicekik hingga lehernya memerah.
"Saya dipukul dan saya ditendang, jatuh di tengah aspal, untung tidak ada mobil lewat," ungkap Donatus di Polres Manggarai Barat.
"Saya bangun dari aspal itu naik motor lagi dia pukul lagi saya," ujarnya.
Donatus menjelaskan insiden itu bermula ketika dirinya mendapat order dari seorang penumpang perempuan untuk menjemputnya di Bandara Internasional Komodo. Penumpang tersebut, ujar dia, berasal dari Eropa.
Namun, Donatus menyampaikan kepada penumpang jika dirinya tak bisa menjemput dekat bandara. Hal ini sesuai kesepakatan ojol dengan sopir angkutan wisata di Bandara Komodo.
Kepada penumpang tersebut, Donatus menyampaikan dirinya menunggu di depan sebuah mini market. Lokasinya relatif jauh dari gerbang keluar bandara. Penumpang tersebut menyetujuinya dan mendatangi tempat Donatus parkir motor di depan mini market tersebut.
Saat penumpang menghampirinya, Donatus tiba-tiba didatangi segerombolan orang. Mereka membentak Donatus dan meminta penumpang tersebut turun dari sepeda motor.