Kawanan pemanah kembali berulah hingga memicu terjadinya bentrokan antarwarga Desa Melayu dan Desa Soro di Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dua orang terluka akibat bentrokan tersebut. Sementara itu, tiga orang lainnya ditangkap polisi.
"Peristiwanya kemarin sore," ujar Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, Minggu (22/3/2026).
Mubiarto mengungkapkan bentrokan antarwarga dua desa itu terjadi di jalan lintas Lamb-Sape sekitar pukul 17.00 Wita pada Sabtu (21/3). Polisi langsung bergerak ke lokasi untuk mencegah bentrokan semakin meluas.
"Situasi dan kondisinya saat ini sudah dapat dikendalikan," imbuh Mubiarto.
Mubiarto membeberkan bentrokan bermula saat sejumlah warga Desa Melayu sedang duduk di depan rumah mereka. Tak lama kemudian, mereka didatangi sekelompok orang membawa senjata tajam (sajam). Kelompok yang dipimpin DE alias Deden juga melakukan pengancaman.
"Pada saat bersamaan, dua pelaku lain juga datang dan langsung menyerang menggunakan busur panah hingga menyebabkan sejumlah warga yang duduk terluka," imbuhnya.
Setelah penyerangan itu, para pelaku berjumlah enam orang bergegas melarikan diri. Berselang 20 menit kemudian, situasi semakin memanas. Salah satu kelompok warga kembali mendatangi warga lain dengan membawa sajam.
"Kondisi ini memicu aksi saling serang antara kedua kelompok warga dari Desa Soro dan Melayu," ujar Mubiarto.
Simak Video "Video 2 Anggota DPRD NTB Ditahan Usai Jadi Tersangka Kasus Uang 'Siluman' Pokir"
(iws/iws)