detikBali

Kapolda NTT Resmikan Rumah Bahagia

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kapolda NTT Resmikan Rumah Bahagia


Yufengki Bria - detikBali

Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko saat meresmikan rumah bahagia di Mapolda NTT, Kamis (12/3/2026). (Yufengki Bria/detikBali).
Foto: Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko saat meresmikan rumah bahagia di Mapolda NTT, Kamis (12/3/2026). (Yufengki Bria/detikBali)
Kupang -

Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko mengakui tekanan mental kerap terjadi pada anggota polisi. Salah satu solusinya, Rudi meresmikan Rumah Bahagia di Mapolda NTT, Kamis (12/3/2026). Rumah Bahagia tersebut juga terbuka untuk masyarakat umum dan korban kejahatan.

"Kami dari Rumah Bahagia tentunya bisa membantu karena kami yakin anggota Polri pun banyak masalah dalam dirinya. Jadi saya tidak menutup-nutupi bahwa banyak anggota masih lakukan penyimpangan dan bertugas tidak semestinya," ujar Rudi saat peresmian Rumah Bahagia.

Rudi menjelaskan Rumah Bahagia tersebut sebagai sarana untuk penanganan, pendampingan, dan layanan konseling bagi para korban yang ditangani Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO). Termasuk untuk setiap polisi dan masyarakat pada umumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rudi, dalam bertugas belum tentu setiap anggota Polri itu jujur, bersih dan tidak ada masalah dalam dirinya apabila setiap hari menerima lima laporan polisi. Sebagai pimpinan, Rudi berujar, tidak hanya menegakkan aturan, tapi harus memahami akar persoalnnya.

"Itu yang saya hadapi saat memimpin di sini. Saya ingin mengakhiri hal ini agar bisa ada pelayanan kepada masyarakat dengan baik. Kami inginkan sesuai harapan masyarakat NTT," jelas Rudi.

ADVERTISEMENT

Rudi mengatakan jika kesehatan mental anggota Polri terjaga, maka pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik dan potensi penyimpangan dapat diminimalkan.

Sebab, Rumah Bahagia bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol harapan bagi mereka yang sedang menghadapi berbagai persoalan hidup. Menurutnya, Rumah Bahagia itu dihadirkan sebagai tempat di mana kesedihan dapat berubah menjadi harapan baru.

"Rumah ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol bahwa Polda NTT ingin memeluk mereka yang sedang terluka dan membantu mereka bangkit kembali," terang Rudi.

Program Rumah Bahagia merupakan hasil kerja sama Polda NTT dengan Yayasan Kesehatan Mental Keluarga. Rudi mengungkapkan kolaborasi ini berawal dari berbagai pelatihan dan terapi mental yang diberikan kepada anggota kepolisian.

Dari program tersebut, diketahui bahwa banyak anggota Polri yang menghadapi tekanan psikologis dalam menjalankan tugas. Melalui terapi dan pendampingan mental, sejumlah anggota menunjukkan perubahan positif dalam perilaku dan kinerja.

"Saya yakin jika mental anggota Polri sehat dan mereka selesai dengan masalah dalam dirinya, maka mereka akan melaksanakan tugas dengan baik, tidak menyakiti masyarakat, dan tidak melakukan penyimpangan," ungkap Rudi.

Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah NTT Vily Rudi Darmoko menjelaskan pendirian rumah bahagia itu juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Kapolri dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak serta kelompok rentan.

Ia menyebut bahwa rumah bahagia akan dikelola oleh Bagian Psikologi Biro SDM Polda NTT bekerja sama dengan para psikolog, tenaga kesehatan, dan praktisi kesehatan mental yang telah mendapatkan pelatihan khusus.

"Rumah bahagia ini menjadi tempat yang aman bagi anggota Polri dan masyarakat untuk mendapatkan konseling dan terapi kesehatan mental. Selain itu, juga menjadi pusat pemulihan trauma bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak serta korban tindak pidana perdagangan orang," jelas Vily.

Adapun permasalahan yang akan ditangani di rumah bahagia di antaranya gangguan stres pascatrauma (PTSD), depresi, kecemasan, trauma akibat kekerasan seksual, konflik relasi, luka batin, hingga berbagai persoalan psikologis yang dialami perempuan, laki-laki, maupun anak-anak.




(hsa/hsa)










Hide Ads