detikBali

Dua Kelompok Remaja Bentrok gegara Balap Lari di Lombok

Terpopuler Koleksi Pilihan

Dua Kelompok Remaja Bentrok gegara Balap Lari di Lombok


Edi Suryansyah - detikBali

Tangkapan layar video bentrok remaja pada kegiatan balap lari liar di jalan Bypass BIL-Mandalika.
Tangkapan layar video bentrok remaja pada kegiatan balap lari liar di jalan Bypass BIL-Mandalika. 9Foto: dok. Istimewa)
Lombok Tengah -

Dua kelompok remaja terlibat bentrok di Jalan Bypass BIL-Mandalika, tepatnya di Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (11/3) malam. Kericuhan itu diduga dipicu taruhan balap lari.

Berdasarkan video yang diterima detikBali, ratusan remaja dari berbagai wilayah tampak memenuhi Jalan Bypass BIL-Mandalika. Mereka terlihat antusias menyaksikan para sprinter yang hendak beradu cepat. Dalam video tersebut, joki yang mengikuti balap lari terlihat perempuan.

Namun, hingga kini belum diketahui secara detail penyebab kericuhan tersebut. Dalam rekaman itu juga terlihat salah satu remaja membawa senjata tajam (sajam) sambil mengejar kelompok lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan peristiwa itu terjadi di Jalan Bypass BIL-Mandalika pada Rabu malam.

ADVERTISEMENT

"Memang benar kejadian itu. Jadi di dalam kejadian itu memang ada ribut-ribut," katanya kepada detikBali, Kamis (12/3/2026) pagi.

Brata menjelaskan, petugas dari Polsek Pujut segera turun ke tempat kejadian perkara (TKP) sehingga massa dapat dibubarkan.

"Tetapi tidak ada korban, kita hanya memberikan himbauan untuk bubar dan tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas," ujarnya.

Menurut Brata, kawasan tersebut sebenarnya hampir setiap malam diawasi petugas. Namun, para remaja itu diduga sengaja berkumpul ketika polisi telah kembali ke kantor.

"Jadi mohon kerja sama dari masyarakat. Soalnya kita juga tetap patroli. Mungkin kucing-kucingan kita," imbuhnya.

Polisi Imbau Warga dan Ortu Awasi Anak

Brata mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas selama bulan Ramadan. Ia juga meminta para orang tua melarang anaknya keluar rumah jika sudah melewati pukul 22.00 Wita, terutama bagi yang masih di bawah umur.

"Yang seperti ini memerlukan kesadaran kita bersama. Jangan sampai masyarakat sendiri yang mendukung kegiatan itu. Jadi mari kita sama-sama menjaga kondusivitas pada bulan suci Ramadan ini," tegasnya.

Selain itu, Brata meminta masyarakat tidak takut melaporkan kepada petugas jika menemukan kejadian yang berpotensi memicu konflik. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga situasi tetap kondusif.

"Mehon bantuan kepada masyarakat, kalau memang ada kejadian seperti itu. Minta tolong untuk diberikan himbauan dan bubarkan saja. Kalau tidak bisa, laporkan kepada kami," pungkasnya.



(dpw/dpw)









Hide Ads