AS-Iran Memanas, Ancam Saling Serang

Tim detikBali - detikBali
Senin, 12 Jan 2026 07:37 WIB
Ilustrasi bendera Iran di AS. (Foto: REUTERS/Kevin Mohatt)
Denpasar -

Parlemen Iran merespons keras Amerika Serikat (AS) di tengah gejolak kerusuhan yang menelan korban jiwa hingga ratusan orang. Parlemen Iran memperingatkan AS dan Israel agar tidak melakukan serangan lebih dulu.

Peringatan itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak menembaki para demonstran dalam aksi protes besar-besaran anti-pemerintah. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan militer AS dan Israel akan menjadi "sasaran yang sah" jika Amerika menyerang Republik Islam, seperti yang diancamkan Trump.

"Matilah Amerika!" kata Qalibaf di depan para anggota parlemen Iran, dilansir AP News, Minggu (11/1/2026).

Di tengah ketegangan itu, kekhawatiran juga datang dari warga Iran di luar negeri. Mereka menilai pemadaman informasi berpotensi mendorong kelompok garis keras di dalam Dinas Keamanan Iran melakukan penindakan berdarah, meskipun Trump telah memperingatkan bahwa ia siap menyerang Republik Islam untuk melindungi para demonstran damai.

Trump sebelumnya menyatakan dukungan terbuka kepada para demonstran.

"Iran sedang mengincar kebebasan, mungkin seperti belum pernah terjadi sebelumnya. AS siap membantu!!!" kata Trump dikutip oleh The New York Times dan Wall Street Journal.

Seorang pejabat AS secara anonim mengatakan Trump telah diberi sejumlah opsi militer untuk menyerang Iran, meski belum mengambil keputusan akhir.

Departemen Luar Negeri AS secara terpisah juga melontarkan peringatan keras.

"Jangan bermain-main dengan Presiden Trump. Ketika dia mengatakan akan melakukan sesuatu, dia bersungguh-sungguh."

Simak Video "Video Gedung Putih Sebut Trump Tak Takut Pakai Kekuatan Militer Lawan Iran"


(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork