Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyombongkan kemampuan pasukan AS dalam operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Trump menyebut pasukannya bisa saja membunuh Maduro.
"Itu bisa saja terjadi," kata Trump kepada wartawan dalam konferensi pers di kediamannya di Florida, dilansir CNN, Minggu (4/1/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Trump, Maduro berupaya menyelamatkan diri saat hendak ditangkap. Pemimpin Partai Sosialis Bersatu itu hendak masuk ke dalam ruangan berlapis baja.
"Dia mencoba masuk ke tempat yang aman. Anda tahu, tempat yang aman itu terbuat dari baja, dan dia tidak bisa sampai ke pintu karena pasukan kita sangat cepat," tambah Trump.
Trump mengulangi bagaimana militer AS menembus perlawanan dengan sangat cepat, sambil juga mencatat bahwa ada banyak perlawanan.
"Orang-orang bertanya-tanya, apakah kita akan mengejutkan mereka? Agak mengejutkan, tetapi mereka menunggu sesuatu. Ada banyak perlawanan. Ada banyak tembakan," katanya.
Maduro berada di atas kapal USS Iwo Jima, dan Trump memposting foto Maduro dalam tahanan AS sesaat sebelum konferensi pers dimulai.
Venezuela menuduh AS menyerang daerah permukiman dalam serangkaian serangan untuk menangkap Maduro. Venezuela mengumumkan pengerahan besar-besaran sumber daya militer menghadapi intervensi AS.
"Pasukan AS yang menyerbu telah menodai tanah kami, bahkan sampai menyerang, menggunakan rudal dan roket yang ditembakkan dari helikopter tempur mereka, daerah permukiman yang dihuni warga sipil," kata Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez, dalam pernyataan video yang dibagikan di media sosial, dilansir AFP, Sabtu (3/1).
Lopez menambahkan bahwa negara Amerika Selatan itu akan meluncurkan "pengerahan besar-besaran semua kemampuan darat, udara, laut, sungai, dan rudal... untuk pertahanan komprehensif."
Artikel ini sudah tayang di detikNews, baca di sini!
(hsa/hsa)










































