Misteri Kematian Brigadir Esco, Jejak Penganiayaan Sebelum Tewas

Round Up

Misteri Kematian Brigadir Esco, Jejak Penganiayaan Sebelum Tewas

Tim detikBali - detikBali
Sabtu, 30 Agu 2025 07:05 WIB
Intel Polsek Sekotong, Lombok Barat, Brigadir Esco Faska Rely, yang ditemukan tewas membusuk dengan leher terikat tali.
Foto: Brigadir Esco. (dok. Polres Lombok Barat)
Mataram -

Dugaan pembunuhan berencana muncul dari kematian Brigadir Esco Faska Rely. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB Kombes Kombes Syarif Hidayat mengungkapkan Esco diduga dianiaya sebelum ditemukan tewas. Penyidik tengah mengumpulkan bukti-bukti dan petunjuk yang mengarah pada dugaan tersebut.

Esco merupakan anggota intelijen Kepolisian Sektor (Polsek) Sekotong, Lombok Barat, yang ditemukan tewas mengenaskan di bukit belakang rumahnya, Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Minggu (24/8/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masih kami dalami (dugaan pembunuhan berencana), ini kan masih penyelidikan. Kami akan maksimal untuk mengungkap ini karena juga menjadi atensi," ungkap Syarif, Jumat (29/8/2025).

Polisi sudah melakukan autopsi terhadap jasad Brigadir Esco. Hasilnya, ada dugaan penganiayaan terhadap Esco. "Ada dugaan kekerasan di sana, penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia. Ada dugaan itu," imbuh Syarif.

ADVERTISEMENT

Analisis Riwayat Chat

Syarif mengatakan penyidik sedang mempelajari sejumlah bukti yang sudah dikantongi. Penyidik juga akan menganalisis riwayat komunikasi dari handphone (HP) Brigadir Esco.

"Nanti kami akan analisis kesesuaian dengan keterangan saksi dan kesesuaian nomor HP-nya," ucapnya.

Diketahui, Polda NTB melibatkan Bareskrim Polri untuk mengekstrak ponsel milik Brigadir Esco. Hal itu dilakukan karena tidak ada yang mengetahui kata sandi HP Brigadir Esco, termasuk istrinya sendiri.

Dalami Keterangan 23 Saksi

Polda NTB sejauh ini telah memeriksa sebanyak 23 saksi dalam penyelidikan dugaan pembunuhan Brigadir Esco.

"Sampai saat ini 23 orang (yang diperiksa), termasuk rekan kerja di Polsek (Sekotong), termasuk istri, pamannya, serta mertuanya (Brigadir Esco) yang menemukan pertama," ungkap Syarif.

Dia mengungkapkan istri Brigadir Esco yang diperiksa merupakan polisi wanita (polwan). Polisi berpangkat melati tiga di pundak itu juga menegaskan belum ada yang diamankan dalam kasus kematian Brigadir Esco.

Sempat Dinas Sebelum Hilang

Menurut Syarif, Brigadir Esco sempat berdinas ke Polsek Sekotong sebelum hilang dan akhirnya ditemukan tewas. Fakta ini dikuatkan oleh teman-teman piketnya di Polsek Sekotong dan buku pencatatan kehadiran.

"Habis itu, alasannya izin mau besuk orang tuanya sakit," terang Syarif.

Brigadir Esco ditemukan tewas mengenaskan di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, pada 24 Agustus lalu. Jasad Brigadir Esco ditemukan oleh Siun, mertuanya, dalam kondisi membusuk, muka rusak, dan telentang di bawah pohon dengan leher terikat tali.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Sosok 2 Pelaku Pembacokan di Palembang, Telinga Korban Nyaris Putus"
[Gambas:Video 20detik]
(hsa/hsa)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads