Kasus Penipuan Umrah di Karangasem, Polisi Segera Panggil Terlapor

Kasus Penipuan Umrah di Karangasem, Polisi Segera Panggil Terlapor

I Wayan Selamat Juniasa - detikBali
Jumat, 02 Des 2022 18:47 WIB
Kapolres Karangasem AKBP Ricko AA Taruna
Kapolres Karangasem AKBP Ricko AA Taruna (Foto: I Wayan Selamat Juniasa)
Karangasem -

Polres Karangasem terus melakukan penyelidikan terkait kasus penipuan keberangkatan umrah terhadap tujuh warga di Kabupaten Karangasem.

Terbaru, dari kasus ini, polisi berencana melakukan pemanggilan terhadap pelapor EN (64) yang bekerja sebagai marketing di salah satu travel penyedia jasa perjalanan umrah untuk dimintai keterangan.

Kapolres Karangasem AKBP Ricko AA Taruna mengatakan sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dengan memeriksa agen keberangkatan yang ada di Karangasem dan juga para korban.


"Terlapor yaitu EN yang saat ini berada di Denpasar akan kami panggil untuk dimintai keterangan terkait dengan kasus ini, agar kita tahu secara jelas seperti apa duduk perkaranya," kata AKBP Ricko Taruna, Jumat (2/12/2022).

AKBP Ricko Taruna menambahkan, dalam kasus ini, para korban saat ini hanya ingin uang mereka yang sudah dibayarkan agar segera kembali secara utuh. Karena mereka sudah gagal berangkat umrah dengan oknum yang diduga melakukan penipuan.

Diberikan sebelumnya, sebanyak tujuh warga asal Kabupaten Karangasem menjadi korban penipuan keberangkatan umrah oleh salah seorang oknum berinisial EN (64) yang bekerja sebagai marketing di salah satu travel keberangkatan umrah yang kantornya di Banyuwangi.

Akibat tertipu, ketujuh warga yang kini gagal berangkat umrah mengalami kerugian total sebesar Rp 227, 5 juta dengan masing-masing korban menderita kerugian sebesar Rp 32,5 juta.

Salah seorang warga yang menjadi korban penipuan, Ahmad Sohrawardi (57) yang berasal dari Lingkungan Dangin Sema 1, Kelurahan Karangasem bahkan mengaku harus mengumpulkan uang belasan tahun untuk bisa berangkat umrah.

Ahmad Sohrawardi menabung sedikit demi sedikit dari hasil bekerja sebagai tukang servis arlogi.

"Saya mengumpulkan uang untuk bisa berangkat umrah tidak mudah, butuh belasan tahun lamanya agar uangnya bisa terkumpul jadi saya sangat berharap uang saya secepatnya bisa kembali," kata Sohrawardi.



Simak Video "Hati-hati! Banyak Modus Penipuan Lewat WhatsApp"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/hsa)