Kejari Denpasar Musnahkan Belasan Barang Bukti dari 407 Kasus Pidana

Kejari Denpasar Musnahkan Belasan Barang Bukti dari 407 Kasus Pidana

I Wayan Sui Suadnyana - detikBali
Rabu, 28 Sep 2022 21:04 WIB
Proses pemusnahan belasan barang bukti dari ratusan perkara di Kejari Denpasar, Selasa (28/9/2022)
Pemusnahan belasan barang bukti dari ratusan perkara pidana di Kejari Denpasar, Rabu (28/9/2022). (Foto: Dok. Kejari Denpasar)
Denpasar -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar memusnahkan belasan jenis barang bukti dari 407 perkara pidana yang telah inkracht alias memiliki kekuatan hukum tetap.

Adapun belasan jenis barang bukti yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap itu diantaranya seperti narkotika, psikotropika, senjata tajam, uang palsu, dan botol minuman keras.

Belasan jenis barang bukti yang dimusnahkan berasal dari ratusan perkara dalam kurun waktu Januari hingga September 2022.


Adapun rinciannya, barang bukti berasal dari perkara narkotika sebanyak 278; perkara orang, harta dan benda (Oharda) 75; perkara keamanan negara dan ketertiban umum (Kamnegtibum) sebanyak 54 perkara.

"Barang bukti yang dimusnahkan hari ini adalah barang bukti yang berasal dari perkara tindak pidana umum maupun tindak pidana khusus yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht)," kata Kepala Seksi intelijen (Kasi Intel) Kejari Denpasar I Putu Eka Suyantha dalam keterangannya kepada detikBali, Rabu (28/9/2022).

Adapun rincian detail barang bukti yang dimusnahkan yakni uang palsu sebanyak 90 lembar, sabu-sabu 8,13 gram, ekstasi 1437,81 gram, ganja 11.253,41 gram, narkotika lain 12,15 gram, obat-obatan 10.352 tablet, tembakau 151,6 gram, tembakau sintetis 1,82 gram, sajam 20 buah dan ponsel 216 buah.

Selain itu, ada barang bukti lain seperti botol minuman keras, botol kosong, pita cukai palsu dan peralatan produksi minuman keras.

Eka menjelaskan, pemusnahan barang bukti yang telah memiliki kekuatan hukum tetap merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Kejari Denpasar.

Pemusnahan barang bukti juga dikatakan sebagai tindak lanjut dari tugas dan kewenangan kejaksaan selaku eksekutor barang bukti terhadap perkara yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Pemusnahan terhadap barang bukti dilakukan dengan berbagai cara.

Barang bukti berupa narkotika dan psikotropika pemusnahannya dilakukan dengan dibakar dan diblender. Sedangkan barang bukti senjata tajam pemusnahannya dilakukan dengan dipotong dengan gerinda.

Sementara itu, barang bukti berupa alat komunikasi hingga botol minuman keras pemusnahan dilakukan dengan cara menghancurkan barang menggunakan mesin penghancur.

"Pemusnahan terhadap barang bukti hari ini dilakukan dengan tujuan agar barang bukti yang dimusnahkan tidak dapat dipergunakan maupun dimanfaatkan lagi," tukas Eka



Simak Video "Bea Cukai Asahan Musnahkan Barang Impor Ilegal Senilai Rp 3,7 M"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)