Sopir Freelance Bandara Ngurah Rai Ancam Pramugara Pakai Kelewang

Tim detikBali - detikBali
Minggu, 24 Apr 2022 20:00 WIB
Proses perdamaian kasus pengancaman sopir frelance dengan korban di Mapolres Kawasan Bandara Ngurah Rai
Proses perdamaian kasus pengancaman sopir frelance dengan korban di Mapolres Kawasan Bandara Ngurah Rai, Tuban, Badung. (Foto : IST)
Badung -

Aksi pengancaman terjadi di area Bandara I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, Bali.

Diduga karena tawaran jasanya ditolak, seorang sopir freelance berinisial I Wayan S alias Wayan Ompong alias Gatep (42) asal Karangasem mengancam akan mengelewang seorang pramugara salah satu maskapai penerbangan berinisial SF (27) asal Pindran Sulawesi Selatan.

Akibatnya, selain berurusan dengan polisi, aksi ini juga sempat viral di twitter.


Kasat Reskrim Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Iptu Kadek Supendodi seizin Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, AKBP Ida Ayu Wikarniti saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian ini.

Hanya saja kata Supendodi, kasus ini sudah diselesaikan secara damai.

"Korban sudah memaafkan pelaku dan tidak akan melanjutkan kasusnya ke proses berikutnya," kata Kasat Reskrim Iptu I Kadek Supendodi, Minggu (24/4/2022).

Lebih lanjut, Iptu Supendodi menjelaskan, kronologi aksi pengancaman sopir freelance berawal saat korban bersama temannya datang ke Bandara Ngurah Rai, pada Jumat (22/4/2022) sekitar pukul 08.00 WITA.

Saat itu, imbuh Supendodi, korban datang untuk mendapatkan vaksin booster untuk urusan pekerjaan sebagai pramugara.

Singkat cerita, sekitar pukul 09.30 WITA, usai mendapatkan vaksin penguat (booster), korban dan temannya berjalan kaki meninggalkan bandara melalui terminal kedatangan domestik.

Nah, saat berada di sebalah timur area parkit roda empat, datanglah pelaku (Wayan Ompong) menawarkan jasa angkutan taksi dengan ongkos Rp 50 ribu.

Tawaran pelaku itu langsung ditolak korban.

Usai menolak tawaran pelaku, korban terus berjalan menuju area parkir roda dua.

Di area parkir ini, korban kembali bertemu lagi dengan pelaku dan pelaku kembali menawarkan jasa layanan taksi. Lagi-lagi, tawaran pelaku kembali ditolak oleh korban.

Singkat cerita, usai tawaran kedua ditolak oleh korban, pelaku yang saat itu diduga kecewa sempat melontarkan kata ancaman.

"Tanganmu sangat besar, jika kena kelewang pasti tidak luka".

Mendapat perkataan dari pelaku, korban merasa tidak nyaman. Apalagi, korban melihat tangan pelaku memiliki tatto sehingga korban merasa makin tidak nyaman dan takut

"Karena merasa terancam, korban akhirnya membuat laporan ke pihak Angkasa Pura I melalui email dan teman korban menuliskan kejadian tersebut melalui akun twitternya,"terang Iptu Supendodi.

Atas laporan korban yang dilayangkan melalui pihak Angkasa Pura, selanjutnya pihak Angkasa Pura meneruskan laporan tersebut ke Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai yang akhirnya ditindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku.

"Dari sana, keduanya pun sepakat untuk berdamai. Atas pengakuan dari pelaku, korban atas nama SF juga sudah memaafkan,"tukasnya.



Simak Video "Lokasi Bandara Ngurah Rai Rawan Bencana, Ini Langkah Mitigasi BMKG"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)