Pelapor Khusus Perserikatan Banga-Bangsa (PBB) untuk wilayah Palestina Francesca Albanese mengatakan sudah saatnya Indonesia dan masyarakat internasional bertindak nyata atas genosida yang terjadi di sana. Menurutnya, konflik sejak puluhan tahun lalu itu sudah lagi dapat diselesaikan dengan kata-kata.
"Sekali lagi saya memanggil Indonesia, soal Palestina ini bukan hanya isu tentang Islam. Kita harus bertindak. Perkataan itu perlu, tapi tidak cukup. Perlu tindakan dan terarah supaya tidak kacau," kata Francesca di acara Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2026, Jumat (23/10/2026).
Dia menegaskan konflik antara Israel dan Palestina bukan tentang agama. Francesca mengajak warga Indonesia melihat konflik itu sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) murni.
"Saya bertemu dengan banyak orang Indonesia, terutama dari organisasi HAM, mereka tepuk tangan. Jadi, saya mengajak orang Indonesia untuk tidak melihat ini sebagai konflik agama," kata Francesca.
Francesca mengatakan agresi Israel terhadap Palestina adalah pelanggaran HAM yang nyata. Dia membeberkan Palestina juga punya warga dengan beragam latar belakang etnis, kultur, dan agama.
"Palestina yang liberal, Palestina yang Islam, Palestina yang Kristen, itu ada. Jadi, bukan konflik antara agama Yahudi dan Islam," kata Francesca.
Adapun UWRF 2026 mengusung tema Samarasā: Awareness. Empathy. Action. Tema tersebut mengajak peserta memahami dunia dengan lebih jernih, terhubung dengan pengalaman orang lain, lalu mengubah pemahaman itu menjadi tindakan.
Simak Video "Video: KemenHAM Ungkap Rekomendasi ke Polri-Komnas HAM Terkait Kasus OCI"
(hsa/hsa)