detikBali

Serunya Pawai Ogoh-Ogoh Anak TK di Karangasem Sambut Nyepi 2026

Terpopuler Koleksi Pilihan

Serunya Pawai Ogoh-Ogoh Anak TK di Karangasem Sambut Nyepi 2026


I Wayan Selamat Juniasa - detikBali

Pawai ogoh-ogoh anak TK berlangsung meriah di Karangasem, Bali, Kamis (12/3/2026).
Pawai ogoh-ogoh anak TK berlangsung meriah di Karangasem, Bali, Kamis (12/3/2026). (Foto: I Wayan Selamat Juniasa/detikBali)
Karangasem -

Suasana riuh dan penuh tawa mewarnai pawai ogoh-ogoh anak taman kanak-kanak (TK) di Kabupaten Karangasem, hari ini. Ratusan anak tampak antusias membawa ogoh-ogoh sambil berjalan dari Taman Jagat Karana menuju GOR Gunung Agung, Amlapura dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi 2026.

Pantauan detikBali di lokasi, anak-anak yang didampingi orang tua terlihat sangat gembira mengikuti pawai tersebut. Sebelum memulai perjalanan, para peserta terlebih dahulu menampilkan atraksi sesuai dengan tema ogoh-ogoh yang mereka bawa.

Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pawai ogoh-ogoh bagi anak-anak TK menjadi kegiatan positif untuk menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus kreativitas sejak dini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan kegiatan ini, anak-anak bisa mengenal tradisi jelang perayaan Nyepi sejak dini," kata Gus Par, Kamis (12/3/2026).

ADVERTISEMENT

Pawai ogoh-ogoh anak TK tahun ini diikuti siswa dari enam kecamatan di Karangasem. Dua kecamatan lainnya tidak ikut karena telah lebih dulu melaksanakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing.

Meski demikian, Gus Par berharap seluruh kecamatan dapat berpartisipasi pada kegiatan serupa di tahun mendatang sehingga seluruh peserta bisa berkumpul di satu tempat.

"Semoga tahun depan seluruh anak-anak TK di masing-masing Kecamatan bisa ikut dan kumpul di satu tempat dan bersama-sama melakukan pawai ogoh-ogoh," harap Gus Par.

Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Karangasem Dewa Ayu Anom Pratiwi mengatakan seluruh ogoh-ogoh yang ditampilkan dalam pawai tersebut dibuat secara mandiri oleh orang tua siswa.

Menurutnya, kebijakan tersebut sengaja diterapkan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan di antara para orang tua murid.

"Kami sengaja instruksikan untuk tidak beli ogoh-ogoh, wajib membuat sendiri dan hasilnya ternyata bagus-bagus," kata Pratiwi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan ke depan agar anak-anak TK mengetahui makna tradisi ogoh-ogoh sekaligus proses pembuatannya. Selain itu, pihaknya akan terus melibatkan orang tua siswa dalam setiap kegiatan untuk mempererat kebersamaan.




(dpw/dpw)










Hide Ads