detikBali

Segarnya Mandi di Bunut Ngengkang Sesaot Lombok Barat

Terpopuler Koleksi Pilihan

Segarnya Mandi di Bunut Ngengkang Sesaot Lombok Barat


Ahmad Viqi - detikBali

Suasana keseruan mandi di wisata alam Bunut Ngengkang, Desa Sesaot, Kecamatan Narmanda, Lombok Barat, Minggu sore (25/1/2026).
Suasana keseruan mandi di wisata alam Bunut Ngengkang, Desa Sesaot, Kecamatan Narmanda, Lombok Barat, Minggu sore (25/1/2026). (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Lombok Barat -

Sekitar enam mata air di kawasan pemandian Bunut Ngengkang, Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, dikerumuni wisatawan sejak siang hari. Airnya yang jernih dan dingin membuat pengunjung betah berendam di bawah pepohonan rindang.

Selain berendam, wisatawan juga menikmati derasnya aliran air dari saluran yang berada tepat di bawah mata air Bunut Ngengkang. Suasana alami dan sejuk menjadi daya tarik utama pemandian ini.

Lukman, salah satu pengunjung, datang bersama istri dan dua anaknya. Mereka sudah hampir tiga jam menikmati pemandian Bunut Ngengkang tanpa terlihat kedinginan atau menggigil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Segar, sejuk sekaligus betah. Kemarin sempat hujan terus jadi kami butuh liburan," ujar Lukman kepada detikBali, Minggu sore (25/1/2026).

ADVERTISEMENT

Pria asal Lombok Tengah itu mengaku sudah dua kali berwisata ke pemandian Bunut Ngengkang. Selain sejuk, menurut Lukman, biaya berwisata ke lokasi ini juga terjangkau.

"Murah ke sini. Setelah mandi saya bisa beli durian. Nikmati di brugak dekat aliran air," katanya.

Suasana keseruan mandi di wisata alam Bunut Ngengkang, Desa Sesaot, Kecamatan Narmanda, Lombok Barat, Minggu sore (25/1/2026).Suasana keseruan mandi di wisata alam Bunut Ngengkang, Desa Sesaot, Kecamatan Narmanda, Lombok Barat, Minggu sore (25/1/2026). Foto: Ahmad Viqi/detikBali

Nama Bunut Ngengkang berarti pohon beringin ngangkang atau terbelah. Konon, di bawah mata air tersebut terdapat pohon beringin yang mengangkangi aliran sungai di bawah sumber mata air.

Pengunjung lain, Sahratul, juga mengaku senang menghabiskan akhir pekan di pemandian Bunut Ngengkang. Ia menilai ada beberapa spot menarik yang bisa dinikmati wisatawan.

"Selain mandi, bisa juga menikmati ayunan yang ada di sini. Seru sekali," katanya.

Wanita asal Gerung, Lombok Barat, ini sudah tiga kali mengunjungi Bunut Ngengkang hanya untuk berendam dan berenang. "Airnya tidak dalam, langsung dari mata air jadi bersih," ujarnya.

Salah satu petugas pemandian Bunut Ngengkang, Firman, mengungkapkan jumlah pengunjung bisa mencapai sekitar 5.000 orang setiap akhir pekan. Waktu paling ramai biasanya terjadi pada hari Sabtu dan Minggu.

Pengunjung datang dari berbagai daerah, mulai dari Lombok Barat, Lombok Tengah, hingga Kota Mataram. Retribusi masuk pemandian Bunut Ngengkang dipatok Rp 5 ribu per orang dewasa. Tarif parkir Rp 5 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp 10 ribu untuk roda empat.

"Kami juga menyediakan penyewaan ban untuk berenang Rp 10 ribu sampai puas," katanya.

Suasana Bunut Ngengkang yang instagramable membuat banyak wisatawan ketagihan berkunjung. Selain air yang jernih, suasana sejuk membuat pengunjung betah berlama-lama berendam.

Jarak pemandian Bunut Ngengkang dari Kota Mataram sekitar 40 menit perjalanan. Di area pemandian tersedia sekitar 30 bebaleq atau tempat bersantai di tepi aliran air. Di bebaleq tersebut, wisatawan juga bisa memesan makanan khas Lombok Barat, yakni sate bulayak, seharga Rp 25 ribu per porsi.




(dpw/dpw)










Hide Ads