Asal-usul Pulau Ende NTT dan Legenda Ambu Roru hingga Ambu Nggo'be

I Komang Murdana - detikBali
Selasa, 16 Sep 2025 06:30 WIB
Foto: Asal-usul Pulau Ende, NTT. (AI)
Ende -

Setiap kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki sebuah legenda yang hidup berdampingan dengan masyarakat. Salah satunya adalah cerita tentang asal mula berdirinya Ende.

Ende adalah salah satu kabupaten di Pulau Flores, NTT. Cerita mengenai asal-usul berdirinya Ende sudah tidak asing lagi terdengar di telinga masyarakat Ende.

Sayangnya cerita-cerita tersebut tidak memiliki bagian yang lengkap dan sulit untuk dijelaskan. Hal tersebut menyebabkan masyarakat setempat sangat sulit untuk menjawab pertanyaan tentang siapa dan bagaimana Ende ini ada.

Disisi lain ada sebuah karangan cerita yang ditulis oleh S.Roos dengan judul Iets Over Ende yang isinya menceritakan bagaimana Nua Ende itu dimulai. Adapun karangan cerita yang ditulis oleh Van Suchtelen yang berjudul Onderafdeling Ende dengan isi cerita lebih terperinci tentang munculnya Nua Ende dan mengemukakan tiga tokoh yaitu Dori Woi, Kuraro, dan Jari Jawa.

Berikut detikBali telah rangkum tentang legenda Nua Ende yang informasinya dikutip langsung dari laman resmi Pemkab Ende. Yuk disimak!

Cerita yang ditulis S.Roos dengan Judul Iets Over Ende

Melansir dari tulisan S.Roos, diceritakan pada 1872 sudah ada sepasang manusia turun dari langit yang bernama Ambu Roru (laki-laki) dan Ambu Mo' do (perempuan). Dikisahkan Ambu Roru dan Ambu Mo' do menikah dan dikaruniai lima anak yang terdiri dari tiga perempuan dan dua laki-laki. Namun satu anak perempuannya menghilang sehingga yang melanjutkan keturunan Ambu Roru dan Ambu Mo' do hanya 4 orang anak.

Suatu hari Borokanda, Rako Madange dan Keto Kuwa bersampan untuk mencari ikan dari Pulau Ende ke Pulau Besar. Perburuan itu tidak sia-sia, mereka mendapatkan banyak ikan.

Karena lapar, setengah dari hasil tangkapan mereka makan di sana dan setengah lagi akan dibawa pulang. Pada saat makan mereka didatangi oleh tuan tanah di pulau besar yang bernama Ambu Nggo'be. Dari pertemuan itu mereka menjalin sebuah persahabatan yang sangat erat.

Dalam sebuah percakapan Ambu Nggo'be menawarkan untuk mereka meninggalkan Pulau Ende dan menetap tinggal di Pulau Besar. Ambu Nggo'be bersedia memberikan mereka tanah asalkan mereka dapat membawa satu gading dan seutas rantai mas.

Persyarat itu sudah dipenuhi oleh Borokanda, Rako Madange dan Keto Kuwa. Keesokan harinya mereka langsung membersihkan tanah yang diberikan dan dari sini lah dimulainya perkembangan Nua Ende.

Dapat disimpulkan bahwa Nua Ende tidak terlepas dari peran tuan tanah besar dan Ambu Roru dari Pulau Ende.

Simak Video "Video: Longsor di Manggarai Timur, 2 Orang Hilang-Ratusan Warga Mengungsi"


(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork