Barong dan rangda merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional Bali. Sebenarnya ada banyak jenis barong di Bali, mulai barong bangkung, barong macan, barong brutuk, barong landing, dan lainnya. Tetapi, yang paling umum dan biasanya dipentaskan bersamaan rangda adalah barong ket.
Barong dan rangda awalnya adalah dua wujud kesenian yang disakralkan oleh orang Bali. Barong dan rangda biasanya disimpan di gedong pura dan hanya dipentaskan saat hari-hari tertentu.
Barong dan rangda dianggap sakral jika telah melalui proses sakralisasi melalui prosesi pasupati. Penarinya pun harus melalui upacara pembersihan terlebih dahulu.
Namun, seiring berkembangnya pariwisata, pertunjukan barong dan rangda di Bali berubah dari sakral menjadi sekular. Pertunjukan barong dipentaskan tak hanya di pura, tetapi juga untuk sekadar hiburan untuk wisatawan.
Barong dan Rangda
Barong ket ditarikan oleh dua orang yang disebut sebagai bapang. Dilansir dari laman ISI Denpasar, ada yang menyebut barong ket sebagai adaptasi barong sae Tiongkok yang bentuknya telah disesuaikan dengan budaya Bali.
Menurut cerita yang diwariskan oleh orang Bali, barong diidentikkan sebagai kekuatan baik (dharma), sedangkan rangda diidentikkan dengan kekuatan jahat (adharma).
Dalam pertunjukan dramatari Calonarang, barong biasanya muncul melawan kemurkaan Rangda. Saat momen ini, sejumlah penari mengalami kesurupan, lalu tersadarkan setelah didekati Barong. karena kesaktiannya.
Halaman berikutnya: Pertunjukan Barong Swari...
Simak Video "Video: 2 WN Australia Bunuh WN Australia di Bali Dituntut 18 Tahun Penjara"
(iws/iws)