Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, berharap penataan kawasan heritage Jalan Gajah Mada hingga Hasanuddin, Denpasar, bisa menarik kunjungan turis dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Denpasar. Dia pun mencontohkan penataan kawasan Sanur yang telah rampung.
"Kita harap hasilnya bisa positif seperti yang ada di kawasan Sanur. Karena di sana merupakan destinasi wisata Kota Denpasar. Bahkan dari penataan itu, turut mendukung peningkatan PAD Kota Denpasar," ujar Jaya Negara diwawancarai di gedung DPRD Kota Denpasar, Selasa (29/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Astungkara kemarin, perubahan kita bisa tingkatkan PAD kita menjadi Rp 162 miliar, itu hasil nyata. Peningkatan pendapatan ini, 30 persen kita pakai untuk penataan wajah kota," sambungnya.
Menurut Jaya Negara, penataan tidak hanya untuk pembenahan infrastruktur yang kian menurun kualitasnya, tetapi juga untuk mempercantik wajah Denpasar sebagai ibu kota Bali. Menurutnya, sejumlah fasilitas, termasuk trotoar, sudah 10 tahun tidak diganti.
"Karena sudah di atas 10 tahun, sudah seharusnya diganti. Beberapa bagian ada yang mengalami kerusakan. Di atas lima tahun (infrastruktur) kualitasnya sudah menurun sehingga perlu penggantian (perbaikan, penataan)," tutur dia.
Jaya Negara juga menyebut drainase di kawasan tersebut perlu dibenahi lantaran mengalami kerusakan akibat banjir bandang tahun lalu.
"Di samping itu, saat banjir kemarin kan got-got sepanjang Gajah Mada-Hasanuddin sudah penuh, harus dinormalisasi," terangnya.
Pantauan detikBali di sejumlah lokasi sebelumnya, pengerjaan masih berlangsung. Di Jalan MH Thamrin, penataan trotoar dan pedestrian dilakukan.
Kemudian di pintu masuk Jalan Gajah Mada sudah mulai pengerukan gorong-gorong dan pemasangan balok beton irigasi. Di sisi timur kawasan, tepatnya di sekitar kantor Wali Kota Denpasar atau titik nol Patung Catur Muka, pengerjaan juga terus berlangsung. Sejumlah pekerja terlihat melakukan pengecoran jalan hingga memasang paving block berukuran kecil.
Pengerjaan sejumlah patung dan bagian pulau jalan di kawasan pertigaan, termasuk ornamen perempuan yang menjadi bagian dari kawasan heritage Denpasar, juga masih berlangsung.
"Proses pengerjaan masih berlangsung," ujar Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, Rabu (16/9/2026).
Namun, Cipta belum dapat memastikan persentase pengerjaan proyek penataan kawasan heritage tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga PUPR Kota Denpasar Ida Ayu Trisuci Arnawati belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi detikBali terkait progres pengerjaan pada Rabu pagi.
Penataan kawasan heritage tersebut ditargetkan rampung sebelum pelaksanaan Denpasar Festival pada akhir 2026. Proyek ini diperkirakan selesai pada 13 Desember 2026.