OJK Dorong Perbankan Perkuat Pembiayaan Hadapi Perubahan Iklim

Fabiola Dianira - detikBali
Jumat, 02 Okt 2026 14:05 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam peluncuran Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I) 2026-2030 di Kuta, Badung, Bali, Jumat (2/10/2026). (Foto: Fabiola Dianira/detikBali)
Badung -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong sektor perbankan memperkuat pembiayaan berkelanjutan untuk menghadapi risiko perubahan iklim. Hal ini menjadi salah satu prioritas dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I) 2026-2030 yang dibahas di Kuta, Badung, Jumat (2/10/2026).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan berbagai bencana alam yang terjadi di Sumatra, NTT, hingga sejumlah negara seperti Nepal dan Tailan menunjukkan persoalan perubahan iklim perlu mendapat perhatian serius.

"Ini menunjukkan bahwa memang persoalan-persoalan alam kita ini, persoalan iklim ini sudah sangat luar biasa berbahaya. Dalam suatu mungkin kalau saya melihatnya ini sebagai critical point," ujarnya, Jumat (2/19/2026).

Dian menuturkan, untuk mengatasi persoalan tersebut, OJK mendorong pembiayaan berkelanjutan atau sustainable finance. Menurutnya, sektor perbankan memiliki peran penting dalam mendorong pembiayaan tersebut.

"Karena itu, sustainable finance perlu terus kita dorong, bukan hanya sebagai bagian dari pemenuhan ketentuan-ketentuan, tetapi sebagai bagian dari strategi bisnis dan manajemen risiko," katanya.

Dian menjelaskan sektor keuangan, khususnya perbankan, menjadi sumber pembiayaan terbesar di Indonesia, yakni sekitar 80%. Karena itu, semakin tinggi pembiayaan berkelanjutan yang disalurkan perbankan, semakin besar pula dukungannya terhadap upaya mengatasi persoalan lingkungan.

"Kalau nanti bank itu bisa sedemikian rupa memiliki awareness yang tinggi terhadap pembiayaan sustainable, sustainable finance tadi, energi yang baru dan terbarukan, tentu ini akan membantu perbaikan kondisi alam yang kita hadapi sekarang," jelasnya.

Selain itu, kata Dian, pembiayaan perbankan juga diperlukan untuk mendukung biaya transisi dari penggunaan energi berbasis fosil menuju energi yang lebih berkelanjutan.

"Bagaimana misalnya kita harus switching ya, dari misalnya yang tadinya mengandalkan batubara mungkin ke energi lain, energi yang terbarukan dan lain sebagainya," imbuhnya.



Simak Video "OJK Perluas Literasi Keuangan hingga Ujung Selatan Indonesia"

(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork