detikBali

Pemkab Flores Timur Datangkan 200 Sapi dari Kupang, 40 Mati-7 Hilang

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pemkab Flores Timur Datangkan 200 Sapi dari Kupang, 40 Mati-7 Hilang


Yurgo Purab - detikBali

Pemkab Flores Timur mendatangkan 200 ekor sapi dari Kupang.
Foto: Pemkab Flores Timur mendatangkan 200 ekor sapi dari Kupang. (Dok. Ruth Wungubelen)
Flores Timur -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur mendatangkan 200 ekor sapi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (28/9/2026). Namun, baru tiba di Wulo Kolo, Kecamatan Tanjung Bunga, 40 ekor mati dan tujuh lainnya hilang.

Sebanyak 200 ekor sapi itu merupakan bagian dari program peternakan modern terintegrasi yang sebelumnya direncanakan 700 ekor.

Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur, Ruth Wungubelen, memerinci berdasarkan penjelasan dari karyawan penyedia, 200 ekor sapi itu terdiri dari 107 jantan dan 93 betina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun tim yang turun ke lapangan tidak bisa memastikan jumlahnya karena sulit menemukan formula cara menghitung jumlah sapi mengingat sapi- sapi tersebut sudah disebar dalam blok kandang seluas kurang lebih 15 hektare," kata Ruth saat dikonfirmasi detikBali, Rabu (30/9/2026).

ADVERTISEMENT

Ruth mengatakan dari 200 ekor sapi ada yang mati dan hilang. "40 ekor sapi mati. Ada 13 sapi yang keluar dari blok menerobos kandang, 6 sapi berhasil diselamatkan dan digiring kembali ke kandang, sedangkan 7 ekor sapi belum ditemukan," imbuhnya.

Ruth mengatakan kini jumlah sapi yang ada tersisa sejumlah 153 ekor. Namun, tidak semuanya dalam kondisi sehat. "Dari 153 ekor sapi yang ada, ada dua ekor sapi yang sejak kami tiba sampai dengan kembali ke dua ekor sapi tersebut tetap terbaring di tanah dan tidak bisa berdiri," terangnya.

Ruth mengatakan sapi itu ditempatkan pada blok (lokasi) yang telah terbakar beberapa pekan sebelumnya. Pada blok itu sama sekali tidak tersedia pakan dan air.

"Pakan dan air minum sapi didatangkan dari area kurang lebih 2 km di sekitar Wulo Kolo, menggunakan satu pikap. Air ditampung dengan 36 jeriken ukuran 20 liter, dan diangkut sebanyak 8 kali sehari, lalu ditampung pada tempat penampungan berukuran kurang lebih 2x1 meter pada blok penampungan sapi untuk minum sapi," tandasnya.

Sebelumnya, Pemkab Flores Timur mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 12 miliar untuk pengembangan program peternakan modern terintegrasi. Program tersebut mencakup pengadaan 700 ekor sapi dan 5.000 ekor ayam petelur.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Flores Timur, Vianey Kiti Tokan, menjelaskan anggaran untuk peternakan sapi bersumber dari APBD murni. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan 700 ekor bibit sapi, penyediaan sarana dan prasarana, sewa lahan, upah tenaga kandang, serta jasa konsultan lingkungan.

"Anggaran untuk pengadaan 700 ekor sapi beserta sarana pendukungnya sebesar Rp 7,22 miliar. Ini belum termasuk honor tim pengadaan barang dan jasa serta perjalanan dinas," kata Vianey, Jumat (9/1/2025).



(hsa/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads
LIVE