Angka pengangguran di Kabupaten Klungkung pada 2026 turun menjadi 0,73 persen. Menyambut data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut, Bupati Klungkung I Made Satria bakal menambah alokasi anggaran untuk pelatihan keterampilan bagi calon pekerja.
"Kami cukup berbangga bahwasanya Kabupaten Klungkung termasuk dalam tingkat pengangguran terendah di Bali yang kedua. Tentu ini didasari atas bagaimana upaya kita pemerintah yang berkolaborasi pula dengan badan-badan pelatihan yang ada," kata Satria kepada detikBali usai membuka kegiatan pelatihan kerja di Dinas Ketenagakerjaan Klungkung, Selasa (22/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ke depan kami pastikan alokasi anggaran untuk pelatihan ini lebih besar sehingga bisa lebih banyak masyarakat yang bisa menerima manfaatnya," imbuhnya.
Menurut Satria, capaian tersebut tak lepas dari kolaborasi erat antara pemerintah daerah dengan berbagai badan pelatihan. Selain itu, pertumbuhan sektor pariwisata di Klungkung menjadi salah satu penggerak utama penyerapan tenaga kerja lokal.
Meski tren pengangguran terus ditekan hingga sekecil-kecilnya, Pemkab Klungkung menegaskan tidak akan berpuas diri. Pemerintah berkomitmen terus hadir mendampingi masyarakat, khususnya generasi muda dan warga kurang mampu, agar memiliki daya saing di pasar kerja global yang kian kompetitif.
"Program ini sejalan dengan visi-misi prioritas pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan dan memangkas angka pengangguran hingga ke tingkat yang paling minimal," tegas Satria.
"Tentu pemerintah harus tetap hadir di sini mendampingi warganya, memberikan motivasi, meningkatkan keterampilan, pengetahuan, serta kompetensinya agar bisa bersaing juga pada pasar global," tambahnya.
Melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lewat program pelatihan vokasi dan keterampilan kerja yang masif, Pemkab Klungkung optimistis anak-anak muda setempat mampu menyambut berbagai peluang kerja yang ada sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Klungkung Nyoman Sidang menerangkan tingkat pengangguran pada 2025 mencapai 1,15 persen atau sekitar 1.500 orang. Angka tersebut berhasil ditekan tahun ini.
"Dalam upaya menurunkan angka pengangguran, kami fokus melakukan investasi Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satunya melalui program program beri kail bukan ikan," terang Sidang.
Ia berharap program pelatihan vokasi dan keterampilan dapat terus ditingkatkan tahun depan, mengingat tingginya persaingan di tingkat lokal dan global.
(dpw/dpw)