detikBali
detikBali-Nusra Awards 2026

Permudah Warga, Bupati Jembrana Luncurkan Kredit PMI Tanpa Bunga-Jaminan

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026
detikBali-Nusra Awards 2026

Permudah Warga, Bupati Jembrana Luncurkan Kredit PMI Tanpa Bunga-Jaminan


I Putu Adi Budiastrawan - detikBali

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan. (Foto: I Putu Adi Budiastrawan/detikBali).
Foto: Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan. (Foto: I Putu Adi Budiastrawan/detikBali).
Jembrana -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana melakukan gebrakan nyata untuk melindungi warganya yang ingin mengadu nasib ke luar negeri. Lewat program prioritas, Pemkab Jembrana resmi meluncurkan program Kredit Subsidi dan Dana Talangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Tanpa Bunga dan Tanpa Jaminan.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan tingginya animo krama (warga) Jembrana untuk menangkap peluang kerja global sering kali terkendala biaya keberangkatan. Akibatnya, tidak sedikit warga yang nekat menempuh jalur non-prosedural (ilegal) atau terjebak utang dengan bunga mencekik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemerintah Kabupaten Jembrana berkomitmen penuh untuk hadir secara nyata di tengah-tengah masyarakat. Melalui program prioritas ini, Pemkab Jembrana menunjukkan keberpihakan penuh agar modal awal tidak lagi menjadi tembok penghalang bagi putra-putri terbaik daerah kita untuk meraih masa depan internasional," ujar Kembang Hartawan dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).

Empat Tujuan Utama Program Dana Talangan PMI Jembrana

ADVERTISEMENT

1. Meringankan Beban Finansial: Menghilangkan kebingungan dan kecemasan warga terkait biaya modal awal, mulai dari proses pelatihan, dokumen, hingga administrasi keberangkatan.

2. Memastikan Keberangkatan Legal: Perlindungan diberikan sejak awal. Jalur resmi/prosedural menjadi syarat mutlak agar keselamatan dan hak-hak PMI selama di luar negeri terlindungi sepenuhnya.

3. Memutus Rantai Rentenir: Melindungi warga dari jeratan pinjaman informal berbunga tinggi yang justru kerap menghabiskan hasil kerja mereka di luar negeri.

4. Membangun Literasi Keuangan: Mendidik calon pekerja agar memiliki karakter finansial yang bertanggung jawab dan melek terhadap pengelolaan dana kiriman (remitansi).


Gandeng LPD, Beban Murni Nol Persen

Dalam eksekusinya, Pemkab Jembrana menggandeng sektor perbankan dan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) sebagai garda terdepan penyalur kredit. Sinergi ini merupakan wujud nyata kolaborasi lembaga adat dan pemerintah dalam menyokong perekonomian warga.

Sistem yang diterapkan dalam program ini adalah Beban Murni Nol Persen. Artinya, seluruh komponen biaya administrasi, asuransi, hingga bunga pinjaman ditanggung sepenuhnya (100%) oleh Pemkab Jembrana.

"Seluruh bunga, admin, dan asuransi kami yang tanggung pekerja hanya bayar pokoknya saja secara mencicil saat sudah bekerja," tegas Kembang Hartawan.

Skema ini berlaku baik untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) maupun Pekerja Pemagangan Luar Negeri (PPLN). Mereka baru akan mencicil tagihan pokok tersebut setelah resmi aktif bekerja dan menerima penghasilan di negara tujuan.

Lebih dari sekadar bantuan modal, program ini diharapkan memberikan efek domino (multiplier effect) bagi perekonomian Jembrana. Dengan skema tanpa agunan aset, para PMI bisa fokus bekerja tanpa dibayangi rasa takut kehilangan aset di kampung halaman.

Selain itu, program ini diproyeksikan mampu melahirkan wirausaha baru. Sepulangnya dari luar negeri, para PMI diharapkan tidak bersikap konsumtif, melainkan menggunakan dana simpanannya sebagai modal usaha untuk membuka lapangan pekerjaan baru di Jembrana.

Kembang menyebut, keberhasilan program ini sudah mulai terlihat secara nyata. Pemkab Jembrana juga berkomitmen agar seluruh calon pekerja yang tengah berproses saat ini dapat terserap sepenuhnya.

"Astungkara, saat vidcon kemarin kita melihat langsung banyak PMI Jembrana yang telah sukses di luar negeri lewat program ini. Kita tidak hanya ingin melepas mereka bekerja, tetapi kita sedang mencetak entrepreneur muda, agen perubahan yang bermental kuat. Pulanglah membawa modal dan pengalaman untuk membuka lapangan kerja baru menuju Jembrana yang maju dan sejahtera," pungkas Kembang.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, menjelaskan bahwa untuk saat ini sudah melakukan sosialisasi dengan sejumlah PMI dari berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk mempermudah informasi kepada calon PMI.

"Tahun ini sudah ada sebanyak 60 PMI dan peserta magang yang menerima manfaat dan sudah bekerja di luar negeri. Harapannya ke depan makin banyak masyarakat yang dapat memanfaatkan program ini," kata Mirah.

Ke depan, skema sukses penanganan dan pemberdayaan PMI di Kabupaten Jembrana ini diharapkan dapat diadopsi dan menjadi percontohan bagi kabupaten/kota lainnya di Bali.




(hsa/hsa)











Hide Ads