detikBali

BRI Denpasar Salurkan KUR Rp 4,272 T kepada 76.083 Debitur

Terpopuler Koleksi Pilihan

BRI Denpasar Salurkan KUR Rp 4,272 T kepada 76.083 Debitur


Gangsar Parikesit - detikBali

KUR BRI ke UMKM
Penyaluran KUR BRI Foto: BRI
Denpasar -

BRI Regional Office Denpasar menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 4,272 triliun hingga April 2026. Pinjaman tersebut disalurkan kepada 76.083 debitur di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Regional Micro Banking Head BRI Region Denpasar, Anto Ariyanto, menjelaskan penyaluran KUR didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 34,9 persen; pertanian, perburuan, dan kehutanan (24,7%); jasa (14,9%); serta industri (11,1%). Penyaluran KUR terbanyak di Bali mencapai Rp 2,516 triliun atau sebesar 58,90 persen; NTB (Rp 969,19 miliar atau 22,69%); dan NTT (Rp 786,586 miliar atau 18,41%).

Menurut Anto, pengusaha di Bali, NTB dan NTT memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usahanya melalui KUR. "Selain itu, pengusaha bisa membuka lapangan kerja dan memperkuat daya saing ekonomi daerah," tuturnya di Denpasar, Selasa (19/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi, BRI Regional Denpasar mencatatkan penyaluran KUR Rp 12,151 triliun pada 2025. Kredit tersebut disalurkan kepada 238.761 debitur yang didominasi oleh sektor perdagangan, jasa, dan, pertanian sebesar 76,97 persen.

ADVERTISEMENT

KUR, Anto melanjutkan, menjadi komitmen BRI mendukung pemerintah memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pemerataan pembangunan."Ini merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di daerah," paparnya.

BRI, Anto berujar, mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pemberdayaan. Tujuannya, agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh modal, tapi juga mampu mengelola usaha secara lebih baik dan berkelanjutan.

Anto menambahkan, dukungan bank pelat merah itu tidak hanya sebatas penyaluran dana, tapi juga mencakup pemberdayaan, pendampingan usaha, hingga edukasi finansial agar para debitur dapat mengelola usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. "Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya," tuturnya.

Tantangan Geopolitik dan Pelemahan Rupiah

Anto menuturkan perang Amerika Serikat, Israel, dengan Iran serta melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika juga berdampak kepada KUR. "Ada dampaknya, kami juga mengukur risikonya," ujarnya.

BRI Denpasar, Anto mengatakan, sangat memperhatikan risiko penyaluran KUR di tengah kondisi geopolitik dan rupiah yang belum stabil. Pinjaman hanya disalurkan kepada nasabah yang benar-benar bisa membayar utang tersebut. "Kami juga melihat prospek ke depannya usaha itu seperti apa," ungkapnya.

BRI, Anto mengimbuhkan, berupaya mendampingi debitur KUR agar usahanya berkelanjutan. Contohnya, petani di NTB dihubungkan dengan offtaker yang juga merupakan nasabah bank pelat merah tersebut. Dampaknya, petani tidak bingung menjual hasil panennya karena offtaker bisa menyerapnya.

Mantri BRI, Anto menambahkan, juga diwajibkan menyapa lima nasabahnya. Tujuannya, agar tahu kondisi keuangan debitur dan tidak muncul kredit macet. "Jadi kalau mereka ada masalah, kami bisa segera carikan solusinya," imbuhnya.




(gsp/iws)











Hide Ads