Harga Beras di Badung Naik Jadi Rp 13.700 per Kilogram

Agus Eka Purna Negara - detikBali
Jumat, 17 Apr 2026 10:48 WIB
Foto: Pekerja di penggilingan beras di Kabupaten Badung, Bali. (Agus Eka/detikBali)
Badung -

Harga gabah di tingkat penggilingan wilayah Kabupaten Badung, Bali, mulai merangkak naik sebesar Rp 100 per kilogram pada Kamis (16/4/2026). Kenaikan ini dipicu oleh tingginya permintaan pasar serta persaingan antarpenyosoh di tengah kualitas gabah yang sedang bagus.

"Per kilonya (gabah) dari Rp 7.200, sekarang menjadi Rp 7.300 karena faktor persaingan dan banyak permintaan. Gabahnya lagi bagus karena cuaca juga bagus," ujar pemilik penggilingan beras di Kelurahan Lukluk, Nyoman Susila.

Kenaikan harga bahan baku tersebut berdampak langsung pada harga jual beras di pasar yang kini menyentuh angka Rp 13.700 per kilogram. Sebelumnya, harga beras terpantau berada di angka Rp 13.600 per kilogram atau mengalami kenaikan tipis Rp 100 mengikuti tren harga gabah.

"Harga beras pasti naik terus ini, sekarang sudah Rp 13.700 per kilogram dari harga sebelumnya Rp 13.600. Harapan saya yang penting harga bisa stabil dan keamanan juga stabil agar bagus ke depannya," lanjut Susila.

Produksi beras di tempat penggilingan milik Susila mampu menghasilkan sekitar 2 hingga 3 ton beras setiap harinya. Dalam skala bulanan, tempat ini rata-rata menyerap 60 hingga 70 ton gabah untuk diproses menjadi 45 sampai 50 ton beras.

"Kalau gabah rata-rata sebulan itu masuk 60 sampai 70 ton, nanti hasilnya jadi beras sekitar 45 atau 50 ton. Beras ini kami jual eceran saja di sini untuk memenuhi kebutuhan lokal," terang Susila menjelaskan alur distribusinya.

Pasokan gabah yang diolah di penggilingan ini didominasi dari wilayah lokal Badung seperti Abianbase, Kapal, Sempidi, dan Darmasaba. Selain pasokan lokal, Susila juga mendatangkan bahan baku dari luar daerah seperti Lombok dan Tabanan untuk menjaga kestabilan stok.

"Paling besar serapan gabahnya dari wilayah Badung seperti Abianbase, Kapal, Sempidi, dan Darmasaba, tapi ada juga kiriman dari Lombok. Sekarang pengusaha penyosohan sudah semakin berkurang, di Badung saja dulu ada 40 tempat, tapi sekarang paling tinggal 10 saja karena tidak ada penerusnya," pungkas Susila.



Simak Video "Video Zulhas Gandeng Polri, Sukses Naikan Harga Gabah"

(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork