Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan penyaluran kredit kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada 2026 akan tumbuh 7-9 persen. Proyeksi ini seiring meningkatnya keyakinan konsumen dan prospek pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan meski pada awal tahun terjadi perlambatan atau moderasi sebesar 0,53 persen, fundamental sektor tersebut tetap terjaga.
"Meski penyaluran kredit UMKM per Januari 2026 tercatat sebesar Rp 1.482,9 triliun, sekitar 17,33 persen dari total penyaluran kredit/pembiayaan, dan mengalami moderasi sebesar 0,53 persen secara tahunan, namun fundamental sektor UMKM tetap terjaga," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima detikBali, Rabu (11/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, moderasi pertumbuhan kredit UMKM pada awal tahun dipengaruhi dinamika perekonomian global dan nasional. Selain itu, proses pemulihan sektor UMKM pascapandemi juga dinilai relatif lebih lambat dibandingkan sektor korporasi.
Meski sempat melambat, OJK menilai prospek penyaluran kredit UMKM tetap positif. Hal ini didukung oleh meningkatnya keyakinan konsumen serta potensi peningkatan aktivitas ekonomi domestik.
OJK mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada awal tahun 2026 berada di level positif 127,00 persen, sementara Consumer Price Index tercatat 109,75 persen. Kedua indikator ini menunjukkan tren peningkatan dalam setahun terakhir yang mencerminkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ke depan.
Selain itu, momentum perayaan Lebaran juga diperkirakan mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperkuat sektor UMKM melalui peningkatan konsumsi rumah tangga yang berdampak pada naiknya permintaan kredit modal kerja.
(dpw/dpw)