Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan memberikan edukasi kepada investor asing setiap bulan. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Bali I Ketut Sukra Negara mengatakan hal ini salah satu langkah awal dari pembentukan desk investasi di Bali.
"Mereka (tim desk investasi) akan rutin melakukan coaching clinic-lah, memberikan pemahaman kepada investasi PMA di Bali. Itu kita akan lakukan rutin tiap bulan mengadakan itu," kata Sukra kepada detikBali, Jumat (23/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menerangkan tugas dari desk investasi nantinya akan menertibkan penanaman modal asing yang ilegal di Bali. Tim ini berisikan orang-orang Kementerian Investasi dan Pemprov Bali.
"Jadi itu memantau mereka punya aplikasi memantau perkembangan investasi PMA yang ilegal. Itu lah yang diawasi, dikendalikan dilakukan pembinaan," tutur mantan Kepala Biro Pemkesra Setda Bali itu.
Sebelumnya, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Pemprov Bali menyepakati pengendalian penanaman modal di Bali.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman sekaligus pembentukan investasi desk di Bali.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Todotua Pasaribu mengatakan pembentukan investasi desk bertujuan mempercepat kepastian dukungan terhadap investasi serta pelayanan perizinan di Bali.
"Untuk membantu percepatan memberikan kepastian support terhadap investasi dan pelayanan perizinan di Provinsi Bali dan upaya kita memberikan kepastian terhadap waktu pelayanan perizinan," kata Todotua seusai penandatanganan nota kesepakatan dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar, Kamis (22/1/2026).