detikBali

Lulusan SMK Sumber Pengangguran, Menperin: Malah Buat Pusing

Terpopuler Koleksi Pilihan

Lulusan SMK Sumber Pengangguran, Menperin: Malah Buat Pusing


Andi Hidayat - detikBali

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji
Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji. Foto: Ilyas Fadilah/detikcom
Denpasar -

Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dinilai masih menjadi salah satu penyumbang angka pengangguran di Indonesia. Hal ini disebabkan keterampilan yang diperoleh selama pendidikan belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan industri.

Dilansir detikFInance, Menteri Perindustrian (Menperin) Sarmuji menyebut kondisi tersebut sebagai ironi dalam pelaksanaan pendidikan vokasi di Tanah Air. Menurutnya, pendidikan vokasi semestinya mampu membekali peserta didik dengan keahlian yang dibutuhkan dunia industri sehingga siap memasuki pasar kerja setelah lulus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Agak menjadi ironi SMK-SMK kita, pendidikan vokasional kita, yang sebenarnya diharapkan bisa, siap masuk ke dunia kerja, tetapi fakta menunjukkan kontradiksi yang cukup membuat kita pusing semua. SMK kita termasuk salah satu yang menjadi sumber dari pengangguran yang ada di Indonesia," ungkap Sarmuji dalam sambutannya di acara Rapimnas Kadin Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026) kemarin.

Ia menilai perlu pembenahan yang memadai melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga. Upaya tersebut diharapkan mampu menghasilkan perubahan agar bonus demografi tidak menjadi beban.

ADVERTISEMENT

"Kami harapkan ada perubahan yang signifikan, di mana bonus demografi kita yang saat ini terjadi hingga tahun 2035, betul-betul menjadi bonus, bukan menjadi beban bagi Indonesia yang sekarang sedang tumbuh lebih tinggi lagi," jelasnya.

Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penting yang mendorong pertumbuhan industri. Tanpa hal tersebut, ia menilai kebijakan dan upaya pemerintah untuk menciptakan iklim kondusif bagi industri tidak sejalan dengan kebutuhan tenaga kerja.

"Sebaik apapun investasi di industri kita perbaiki, kita mudahkan, tetapi yang paling penting ujung-ujungnya adalah bagaimana sumber daya manusia kita bisa menggerakkan roda industrialisasi, sekaligus mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Link and match dengan dunia industri, pendidikan dengan dunia industri menjadi salah satu kunci," pungkasnya.

Baca selengkapnya di detikFinance



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads