detikBali

Anjing yang Teror 2 Warga di Melaya Jembrana Positif Rabies

Terpopuler Koleksi Pilihan

Anjing yang Teror 2 Warga di Melaya Jembrana Positif Rabies


I Putu Adi Budiastrawan - detikBali

Ilustrasi penyakit anjing gila
Ilustrasi anjing rabies. (Foto: Edi Wahyono)
Jembrana -

Anjing liar yang menggigit dua warga di Banjar Sumbersari, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, dinyatakan positif rabies. Kepastian itu diperoleh dari hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar terhadap sampel otak anjing tersebut.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas PPP Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, mengatakan hasil uji laboratorium itu sudah diterima melalui pesan pada Kamis (29/10) malam. Sugiarta mengaku kini masih menunggu berkas asli hasil lab tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasil kita terima melalui pesan malam kemarin dan hasilnya positif. Namun, berkas asli dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar belum kita terima," ungkap Sugiarta saat dikonfirmasi detikBali, Jumat (30/10/2026).

Sugiarta menjelaskan pihaknya sudah melakukan vaksinasi darurat di wilayah kasus gigitan sebelum hasil lab tersebut keluar. Selain itu, petugas juga melakukan eliminasi selektif terhadap anjing liar yang berpotensi menularkan rabies.

ADVERTISEMENT

"Kemarin sudah vaksinasi dan eliminasi selektif untuk anjing liar yang berpeluang menularkan rabies. Kami selalu berusaha menekan penyebaran dengan berbagai upaya," ujar Sugiarta.

Sebelumnya, anjing berwarna putih abu-abu itu menyerang dua warga Jembrana pada Sabtu (24/10). Korban pertama, Ni Ketut Sutari, digigit pada bagian kaki saat pagi hari dan telah mendapatkan vaksin anti rabies (VAR).

Sore harinya, anjing yang sama menyerang Ni Putu Sekar Rini. Anjung tersebut menggigit wajah korban. Setelah itu, korban langsung diberikan serum anti rabies (SAR) karena lukanya masuk kategori risiko tinggi.

Belum diketahui pemilik anjing yang menyerang warga tersebut. Namun, anjing tersebut diduga terinfeksi rabies karena perilakunya yang agresif. Anjing itu akhirnya dieliminasi dan sampel otaknya diambil untuk diuji di BBVet Denpasar.

"Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, kasus gigitan positif rabies di Jembrana tercatat 81 kasus," kata Sugiarta.



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads