detikBali
Nasional

5,7 Juta Data Akun Pelanggan Bocor, CEO Fore Coffee Minta Maaf

Terpopuler Koleksi Pilihan
Nasional

5,7 Juta Data Akun Pelanggan Bocor, CEO Fore Coffee Minta Maaf


Adi Fida Rahman - detikBali

Kafe baru di Surabaya: Fore Coffee Jalan Sulawesi.
Foto: Varian menu Fore Coffee. (Instagram Fore Coffee)
Jakarta -

Sebanyak 5,7 juta data akun pelanggan PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) atau Fore Coffee bocor. Pihak tak berwenang mengakses berbagai data, mencakup nama, nomor telepon, email, alamat hingga riwayat pembelian di aplikasi Fore.

CEO PT Fore Kopi Indonesia Tbk, Vico Lomar, meminta maaf kepada pelanggan atas insiden tersebut. Fore Coffee telah melakukan pengujian keamanan, memperbaiki kerentanan, memperbarui platform terkait, dan menerapkan perlindungan tambahan.

"Kami memahami kekhawatiran yang ditimbulkan oleh insiden ini dan dengan tulus meminta maaf kepada pelanggan yang terdampak. Melindungi data pelanggan merupakan tanggung jawab kami," ujar Vico dilansir dari detikInet, Kamis (29/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) memastikan telah menghentikan akses ilegal dan mengamankan sistem terkait dalam waktu 24 jam setelah aktivitas mencurigakan teridentifikasi.

ADVERTISEMENT

"Segera setelah aktivitas tanpa izin tersebut teridentifikasi, FORE mengambil langkah untuk menghentikan akses dan mengamankan sistem terkait dalam waktu 24 jam," ungkap keterangan resmi perusahaan, Rabu (28/10/2026) dilansir dari detikInet.

Perusahaan juga menunjuk konsultan keamanan siber independen untuk melakukan investigasi forensik. Insiden tersebut telah dilaporkan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Jenis Data yang Bocor

Fore Coffee mengungkapkan jenis data yang terdampak berbeda pada setiap pelanggan. Informasi yang berpotensi terekspos meliputi nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat terdaftar, PIN dalam bentuk hash, serta riwayat pembelian. Perusahaan mengeklaim belum menemukan indikasi penyalahgunaan data yang diakses pihak tidak berwenang.

PIN yang disimpan menggunakan metode hash tidak berbentuk teks biasa. Meski demikian, metode tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan risiko penyalahgunaan sehingga pelanggan tetap disarankan mengganti PIN.

Fore Coffee menegaskan aplikasinya tidak pernah meminta atau menyimpan Nomor Induk Kependudukan (NIK) maupun foto kartu tanda penduduk (KTP) pelanggan. Informasi pembayaran, termasuk nomor kartu kredit dan debit, juga dinyatakan tidak terdampak karena disimpan pada platform terpisah.

Pelanggan Diminta Ganti PIN

Fore Coffee mulai menghubungi pelanggan terdampak secara langsung dan meminta mereka segera mengganti PIN aplikasi. Pelanggan yang belum memiliki PIN juga dianjurkan membuatnya.

Jika PIN yang sama digunakan pada layanan lain, pelanggan sebaiknya turut menggantinya. Fore Coffee juga telah menerapkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk login dari perangkat baru.

Pelanggan perlu mewaspadai penipuan melalui SMS, WhatsApp, email, maupun telepon yang mengatasnamakan Fore Coffee. Pasalnya, informasi pribadi yang terekspos berpotensi dimanfaatkan untuk membuat pesan phishing atau penipuan yang terlihat meyakinkan.

Perusahaan meminta agar pelanggan tak memberikan PIN, kode OTP, atau mengklik tautan mencurigakan yang meminta informasi akun. Pelanggan yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi privacy@fore.coffee. Fore Coffee menyatakan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah hasil investigasi diverifikasi.

Artikel ini telah tayang di detikInet. Baca selengkapnya di sini!



(dpw/dpw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads