detikBali

Pemkab Buleleng Siagakan Petugas Kesehatan dan Ambulans di SPBU

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pemkab Buleleng Siagakan Petugas Kesehatan dan Ambulans di SPBU


Krisna Pradipta, Sui Suadnyana, Wijaya Kusuma - detikBali

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra.
Foto: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra.
Buleleng -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Bali, menyiagakan petugas kesehatan dan ambulans di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi warga yang kelelahan saat mengantre bahan bakar minyak (BBM). Terlebih warga harus mengantre selama berjam-jam.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan telah menginstruksikan seluruh puskesmas yang wilayah kerjanya mencakup SPBU untuk menyiapkan ambulans dan memantau kondisi warga. Petugas kesehatan disiagakan agar bisa segera memberikan pertolongan jika ada warga yang mengalami gangguan kesehatan.

"Tadi pagi saya sudah instruksikan puskesmas-puskesmas yang mewilayahi SPBU untuk menyiapkan ambulans dan melakukan pemantauan. Jadi, kalau ada masalah dengan masyarakat yang antre BBM, seperti kelelahan atau gangguan kesehatan, bisa segera diatasi," kata Sutjidra, Kamis (15/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sutjidra menegaskan penyiagaan petugas kesehatan dan ambulans di SPBU merupakan upaya antisipasi, bukan karena pemerintah mengharapkan ada warga yang jatuh sakit saat mengantre BBM.

Menurut Sutjidra, Buleleng memiliki 20 puskesmas yang akan membantu memantau 21 SPBU. Petugas dan ambulans akan disiagakan maupun dikerahkan untuk melakukan pemantauan secara bergantian sesuai kondisi antrean.

ADVERTISEMENT

"Ada yang standby, ada yang melakukan pemantauan. Misalnya, kalau sudah lengang, mereka bisa kembali. Namun, kalau ada kondisi yang membutuhkan penanganan, mereka datang lagi," jelas Sutjidra.

Pemantauan tersebut juga dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang ditugaskan di masing-masing SPBU. Dengan demikian, warga yang mengalami masalah kesehatan saat mengantre diharapkan bisa segera mendapatkan pertolongan.

Selain petugas kesehatan, Pemkab Buleleng juga mengatur prioritas operasional kendaraan pelayanan publik di tengah antrean BBM. Kendaraan ambulans, pemadam kebakaran (Damkar), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dishub, dan Satpol PP menjadi prioritas agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

"Kalau operasional kita tidak bergerak karena tidak ada BBM, mereka tidak bisa melaksanakan tugas. Khususnya ambulans, Damkar, dan DLH. Kalau DLH tidak ada bensin atau solar, sampah tidak terangkut," ungkap Sutjidra.

Sutjidra mengakui antrean BBM di Buleleng masih panjang. Bahkan, sejumlah warga mulai mengantre sejak malam hari dan ada yang memilih menginap di sekitar SPBU untuk mendapatkan BBM.

Di sisi lain, pemerintah daerah terus memantau pasokan dan distribusi BBM ke Buleleng. Pasokan BBM mulai masuk ke sejumlah SPBU sehingga beberapa di antaranya sudah kembali melayani pembelian.

"Kami berharap pasokan BBM ini bisa terus berlangsung sehingga dua atau tiga hari ke depan, astungkara, mudah-mudahan antrean bisa terurai," harap Sutjidra.

Menurut Sutjidra, distribusi BBM dari Depo Pesanggaran, Denpasar, menuju Buleleng membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima jam. Karena itu, kelancaran pengiriman menggunakan mobil tangki menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat pelayanan di SPBU.

Sutjidra juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Menurutnya, antrean panjang bukan berarti BBM tidak tersedia sama sekali, melainkan distribusinya membutuhkan waktu.

"Masyarakat agar membeli atau mendapatkan BBM sesuai dengan kebutuhannya. Jangan sampai mengikuti kepanikan karena merasa tidak ada BBM. BBM itu ada, tetapi kita perlu menunggu proses pendistribusiannya," jelas Sutjidra.

Polres Tabanan Bagikan Vitamin dan Cek Kesehatan Gratis

Pantauan pada Kamis (16/10/2026), antrean bahan BBM di SPBU Sanggulan, Kecamatan Kediri, Tabanan, mengular hingga 1 kilometer. Antrean kendaraan roda dua mencapai sekitar 1 kilometer, sedangkan kendaraan roda empat sekitar 500 meter. Antrean membentang dari kawasan Br. Anyar Simpang Rindam, depan SPBU, hingga arah Perumahan Sanggulan.

Di tengah kepadatan tersebut, Polres Tabanan turun memberikan perhatian kepada masyarakat berupa pemeriksaan kesehatan, vitamin, dan air mineral gratis. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00-10.30 WITA itu dipimpin Wakapolres Tabanan Kompol I Ketut Tomiyasa, didampingi personel gabungan dari Binmas, Samapta, Lalu Lintas, Dokkes, dan Humas.

Selain membagikan vitamin dan air mineral, petugas Dokkes memberikan pemeriksaan kesehatan terbatas. Personel Satlantas dan Samapta juga mengatur arus kendaraan untuk mencegah kemacetan semakin parah.

Seizin Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, Wakapolres Kompol I Ketut Tomiyasa mengatakan, pelayanan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang harus menunggu lama untuk mendapatkan BBM.

"Kami ingin memastikan masyarakat tetap sehat dan nyaman selama mengantre. Selain memberikan vitamin dan air mineral, personel juga melakukan pengaturan lalu lintas agar antrean tidak mengganggu kelancaran arus kendaraan," ujar Tomiyasa.

Sebanyak 25 personel dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, 125 personel lainnya disiagakan di lima titik SPBU di wilayah hukum Polres Tabanan untuk memberikan pelayanan dan menjaga situasi tetap kondusif.

"Kami wajib hadir di tengah-tengah masyarakat, terlebih dalam kondisi seperti ini. Semua berharap distribusi BBM lancar dan normal kembali," pungkas Tomiyasa.



(hsa/hsa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads