Antrean warga berburu bahan bakar minyak (BBM) ternyata tak cuma terjadi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Antrean ternyata juga terjadi di sejumlah Pertamini alias pedagang BBM eceran.
Situasi itu salah satunya terlihat di Pertamini Jalan Pulau Tarakan, Denpasar, Bali, Senin (12/10/2026). Antrean warga yang mengendarai motor bahkan mengular sekitar 70 meter. Warga rela mengantre lantaran kesulitan mendapatkan BBM di SPBU.
Baca juga: Bali Krisis BBM, Antrean Horor di Mana-mana |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aries adalah satu warga yang turut mengantre di sana. Ia mengaku sudah berkeliling selama sekitar satu jam untuk mencari bensin, mulai dari kawasan Jalan Dewi Sri hingga Jalan Imam Bonjol. Empat SPBU sudah ia datangi, tetapi seluruhnya dipadati kendaraan yang mengantre hingga ke jalan raya.
"Sudah nggak dapat sama sekali. Itu antreannya tuh ramai banget, dari antrean SPBU sampai keluar ke jalan raya yang bikin macet. Itu benar-benar parah banget," kata Aries, Senin (12/10/2026) malam.
Tak kunjung mendapatkan bensin, Aries akhirnya mencoba mencari di sejumlah warung pengecer. Namun, sebagian besar warung yang didatanginya juga kehabisan stok.
"Setiap jalan tuh kadang lima sampai enam warung tuh bisa aja semua habis. Padahal biasanya di hari-hari biasa, bulan-bulan sebelumnya tuh masih banyak. Sekarang coba kosong semua," tutur pemuda berusia 17 tahun itu.
Aries sempat lega ketika menemukan Pertamini di Jalan Pulau Tarakan yang masih menjual bensin. Meski tetap harus mengantre, paling tidak antreannya tidak sepanjang SPBU. Ia berharap bisa segera mengisi tangki motornya.
"Jadi di sini, saya juga udah untung banget meskipun masih berbaris ya," ujar Aries.
Namun, harapan Aries pupus. Setelah sekitar 20 menit mengantre, pemilik warung tiba-tiba mengumumkan stok bensin telah habis. Padahal, Aries sudah berada di urutan ketiga antrean.
"Yah, keliling lagi. Cari lagi. Sudah 20 menit antre," ucap Aries dengan nada kecewa.
Pemilik Pertamini, Akmal Yadi (35), mengatakan baru mendapatkan pasokan bensin sebanyak 90 liter atau sekitar tiga jeriken pada pukul 21.15 Wita. Tak lama setelah BBM tersedia, pembeli berdatangan dan mengantre.
"Sebenarnya baru datang ya, terus tiba-tiba banyak yang datang sendiri," kata Akmal.
Dibantu istrinya, ia melayani para pembeli sehingga tidak terlalu kewalahan menghadapi antrean. Meski begitu, ia merasa kasihan melihat banyak warga yang harus menunggu untuk mendapatkan bensin.
"Ya enggak juga sih (kewalahan), tetapi juga kasihan sama orang-orang yang ngantri," ungkap Akmal.
Selain melayani pembeli yang mengisi tangki motor, Akmal juga melayani warga yang membawa botol sebagai bekal bensin. Menurut Akmal, bensin tersebut digunakan pembeli untuk kendaraan mereka yang lain yang juga kehabisan bahan bakar.
"Iya, katanya ada motornya yang mogok, mobilnya mogok," ungkap Akmal.
Stok bensin sebanyak 90 liter itu akhirnya habis sekitar pukul 23.00 Wita, kurang dari dua jam setelah tiba di warung.