detikBali

DPRD Gianyar Soroti Proyek Pembangunan Jalan

Terpopuler Koleksi Pilihan

DPRD Gianyar Soroti Proyek Pembangunan Jalan


Aryo Mahendro - detikBali

Perbaikan trotoar di Jalan Raya Ubud, Gianyar, Sabtu (10/10/2026). (Aryo Mahendro/detikBali).
Foto: Perbaikan trotoar di Jalan Raya Ubud, Gianyar, Sabtu (10/10/2026). (Aryo Mahendro/detikBali)
Gianyar -

Pemerataan pembangunan infrastruktur di Gianyar jadi sorotan saat rapat paripurna di DPRD Gianyar. Salah satunya, tentang perbaikan di sejumlah trotoar dan ruas jalanan di Gianyar.

Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) menyatakan apresiasinya terhadap proyek perbaikan jalan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar. Fraksi Partai Banteng itu mengingatkan agar pembangunan infrastruktur itu dilakukan secara merata di semua wilayah Gianyar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"APBD adalah cerminan arah kebijakan pembangunan daerah, instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat, penyediaan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta penguatan ekonomi masyarakat," kata Ketua DPRD Gianyar I Made Suteja saat rapat paripurna pandangan umum fraksi di kantornya, Senin (12/10/2026).

Pembangunan jalan juga disorot Fraksi Partai Golkar. Fraksi partai berlambang pohon beringin itu berpendapat perbaikan dan pembangunan jalan, seharusnya juga dilakukan di semua wilayah desa di Gianyar.

ADVERTISEMENT

"Pembangunan jalan di pedesaan dinilai perlu mendapat perhatian agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata," kata Suteja.

Fraksi Gerindra juga sama. Gerindra berpendapat penyelesaian proyek pembangunan dan peningkatan kualitas jalanan di Gianyar pada 2027 perlu dipastikan.

Selain soal jalanan, Fraksi Gerindra juga menyoroti infrastruktur lain. Yakni, perbaikan jaringan irigasi dan rehabilitasi sekolah rusak.

"Fraksi Gerindra menekankan pentingnya perbaikan jaringan irigasi, rehabilitasi sekolah rusak, serta kepastian penyelesaian pembangunan dan peningkatan jalan pada 2027," katanya.

Sementara itu, Fraksi Demokrat Bersatu meminta penjelasan mengenai prioritas pembangunan infrastruktur. Selain itu, strategi peningkatan PAD dari pariwisata, retribusi, pengelolaan aset daerah, komitmen menjaga efisiensi belanja, dan soal mencegah kebocoran anggaran, juga dibahas dalam rapat itu.

"Secara umum, keempat fraksi menegaskan bahwa APBD harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, memiliki target yang terukur, serta dikelola secara transparan dan akuntabel," kata Suteja.

Adapun target pendapatan daerah dalam rancangan APBD 2027 tercatat pendapatan tercatat lebih dari Rp 3,751 triliun. Perencanaan itu terdiri atas PAD sebesar Rp 2,478 triliun lebih dan pendapatan transfer Rp 1,272 triliun lebih.

Sementara itu, belanja daerah direncanakan mencapai Rp 3,690 triliun lebih.

"Meski memberikan sejumlah catatan dan pertanyaan, keempat fraksi pada prinsipnya menerima Ranperda APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2027 untuk dilanjutkan ke tahapan pembahasan berikutnya sesuai mekanisme dan ketentuan perundang-undangan," ujar Suteja.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads