Dinas Kesehatan Provinsi Bali mencatat terdapat 9 sampel positif Influenza A sepanjang Januari hingga September 2026. Meski begitu, masyarakat diminta tak perlu panik.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti mengatakan 9 kasus tersebut ditemukan dari 113 sampel kasus influenza-like illness (ILI) dan severe acute respiratory infection (SARI) yang diperiksa sepanjang Januari-September 2026.
"Jumlah sampel kasus ILI/SARI yang sudah dikirim sebanyak 113 sampel dari Januari sampai September 2026, didapatkan hasil positif Influenza tipe A sebanyak 9 sampel," ujarnya saat dikonfirmasi detikBali, Selasa (6/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Raka menjelaskan kasus Influenza A tersebut belum dapat dilihat berdasarkan kabupaten/kota. Sebab, hanya terdapat dua fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Denpasar yang ditunjuk sebagai lokasi surveilans sentinel influenza.
Menurutnya, gejala Influenza A pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan influenza pada umumnya. Gejala yang muncul antara lain demam, batuk, pilek, dan sakit kepala. Influenza A juga dapat sembuh dengan sendirinya.
"Hanya mungkin berisiko pada balita, lansia yang daya tahan tubuhnya lebih rendah, dan juga berisiko pada golongan yang memiliki komorbid," katanya.
Meski demikian, Dinkes Bali mengimbau masyarakat maupun wisatawan yang berada di Bali untuk tidak panik. Masyarakat diminta tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menggunakan masker bila diperlukan.
"Imbauan pasti ada melalui tim promkes, untuk waspada influenza tapi tidak panik, dengan menerapkan PHBS dan bila diperlukan tetap menggunakan masker," imbaunya.
Peningkatan kasus Influenza A telah menjadi perhatian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Surat Edaran Nomor PM.03.01/C/6925/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Influenza.
Dalam surat edaran tersebut, data surveilans nasional pada September 2026 menunjukkan adanya peningkatan Influenza. Pada minggu epidemiologi ke-38, positivity rate Influenza mencapai 56 persen dengan subtipe dominan Influenza A (H1N1Pdm09).
Sekitar 35 persen kasus positif tersebut terjadi pada kelompok usia 0-4 tahun. Berdasarkan hasil penilaian saat ini, tingkat aktivitas Influenza di Indonesia sudah termasuk kategori sedang.
(mud/mud)