Respons Mendikdasmen soal Siswa SD Tewas Diduga Di-bully Kakak Kelas

Izzul Wafa - detikBali
Jumat, 02 Okt 2026 14:37 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat kunjungan di SDN 15 Dangin Puri, Denpasar, Bali, Jumat (2/10/2026). (Foto: Izzul Wafa/detikBali)
Denpasar -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menanggapi kasus dugaan perundungan siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Pemalang, Jawa Tengah. Siswa berinisial A (7) itu meninggal dunia setelah diduga menjadi korban bullying oleh kakak kelas.

Mu'ti mengatakan pihaknya masih menunggu laporan dari Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Jawa Tengah untuk mengetahui persoalan tersebut secara lengkap. Hal itu disampaikan Mu'ti saat ditemui di sela-sela kunjungannya meninjau revitalisasi SDN 15 Dangin Puri, Denpasar, Bali, Jumat (2/10/2026).

"Untuk kasus Pemalang tadi, nanti kami akan minta tindaklanjuti. Kami minta laporan dari BPMP Jawa Tengah dan juga dari Dinas Pendidikan setempat untuk bisa memberikan laporan yang lengkap," kata Mu'ti.

Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Menurut Mu'ti, penanganan kasus kekerasan di sekolah perlu mengedepankan pendekatan humanis dan tidak menggunakan hukuman fisik.

"Kami berkomitmen sesuai dengan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 bersama-sama dengan semua pihak menjadikan sekolah sebagai lingkungan fisik, lingkungan sosial dan lingkungan digital yang aman dan nyaman," ujar Mu'ti.

"Solusi yang humanis dan juga diberikan pendekatan-pendekatan yang mengedepankan pendekatan yang sifatnya non-punishment, tidak berupa hukuman apalagi sampai hukuman fisik," imbuhnya.

Mu'ti mengatakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman juga mencakup aspek spiritual. Ia menegaskan langkah pertama yang perlu dilakukan terkait kasus kekerasan di lingkungan sekolah adalah mencari tahu penyebabnya.

"Tentu kita harus melakukan investigasi apa penyebabnya dan kemudian dicari solusi yang humanis," ujarnya.

Menurut Mu'ti, setiap anak memiliki kondisi yang berbeda. Sehingga, dia berujar, upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.



Simak Video "Video: Rp786,5 M Untuk Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana Sumatera"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork