Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali memperkuat penggunaan sistem peringatan dini yang berbasis Artificial Intelligence (AI).
Hal itu disampaikan saat Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya saat memberikan materi Pelatihan Agent AI Tahap II yang digelar oleh BPBD Bali di Denpasar, Kamis (1/10/2026).
"Ketika cuaca ekstrem kejadian bisa terjadi di enam sampai tujuh kabupaten sekaligus. Selama ini kita mengandalkan laporan dari kabupaten, sementara masyarakat sering kali sudah lebih dulu menyampaikan informasi secara langsung. Kecepatan informasi ini menjadi tantangan sekaligus peluang yang perlu dikelola dengan baik," kata Teja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teja menegaskan pentingnya kecepatan dan validitas data demi keselamatan masyarakat ketika terjadi bencana. Menurutnya, langkah modernisasi sistem peringatan dini ini sudah tidak dapat ditunda lagi.
"Harapannya melalui lokakarya ini Agent AI bisa membantu para petugas di bidang kebencanaan untuk lebih fokus pada operasi penanganan bencana, karena sistem informasi sudah dikelola dengan baik," jelas Teja.
Proses modernisasi sistem ini difokuskan pada staf Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop) BPBD Bali.
BPBD Bali bekerja sama dengan BINAR Academy untuk mengembangkan dan melakukan pelatihan sistem AI kebencanaan ini. Advisor BINAR Academy, Nur Rahmah menjelaskan bahwa pemanfaatan sistem AI dapat dilakukan sebelum bencana terjadi.
"Misalnya untuk mengolah informasi risiko dan peringatan dini. Saat bencana, teknologi ini dapat membantu mempercepat distribusi informasi dan mendukung pengambilan keputusan," kata Nur.
"Sementara pada tahap pascabencana, Agent AI berpotensi membantu pemantauan dampak dan kerusakan," sambungnya.