Sebanyak 1.410 unit rumah di Bali telah rampung untuk program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman secara daring, Rabu (30/9/2026).
Kepala Balai Perumahan dan Kawasan Permukiman Nusa Tenggara I, Lilik Lastantyo Adiarso mengatakan program bantuan perumahan mengalami peningkatan realisasi unit.
"Sementara pada 2026 targetnya mencapai 4.184 unit. Dari target tersebut, sebanyak 387 unit telah rampung 100 persen," kata Lilik melalui keterangan tertulis diterima detikBali, Kamis (1/10/2026).
Oleh sebab itu, Lilik melanjutkan, perlu dilakukan langkah untuk percepatan di sisa waktu tiga bulan ini, agar dapat mencapai target yang telah ditetapkan.
Selain itu, program yang tengah dikebut adalah pembangunan rumah susun bagi pekerja seni dan MBR di Denpasar. Satu unit dirancang dengan tipe 36 dan dibangun sebanyak 60 unit.
Kementerian PKP juga mencatat realisasi program Kredit Program Perumahan di Bali sangat tinggi dengan 99,9 persen dan nilai penyalurannya sekitar Rp 1 triliun.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan capaian Bali tidak hanya dilihat dari KUR Perumahan saja, melainkan KUR dari sektor lainnya.
Pun demikian, ia merasa program tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat Bali. "Program ini sangat menolong masyarakat Bali, khususnya yang kurang mampu," kata Koster.
Simak Video "Video Prabowo Puji Maruarar saat Launching 26 Ribu Rumah: Beliau Pekerja Keras"
(mud/mud)