Atmosfer Kering, Suhu Udara di Bali-Nusra Meningkat hingga Akhir September

Fahri Zulfikar - detikBali
Minggu, 27 Sep 2026 19:53 WIB
Ilustrasi panas terik. (Foto: Getty Images/Niwat Khongpraphat)
Denpasar -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi atmosfer kering masih berlangsung hingga akhir September 2026. Kondisi ini menyebabkan suhu udara maksimum meningkat di berbagai wilayah, termasuk Bali dan kawasan Nusa Tenggara (Nusra).

Dilansir dari detikEdu, pada periode 20-23 September 2026, suhu maksimum melampaui 37,0°C tercatat di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Lampung, dan Sulawesi Tenggara. Kemudian pada 24 September, titik panas (hotspot) masih terpantau di sejumlah wilayah seperti Sumatera (28 titik), Kalimantan (215 titik), Jawa (18 titik), Nusa Tenggara (14 titik), Sulawesi (6 titik), serta Maluku dan Papua (129 titik).

Berdasarkan hasil pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH), sebagian besar wilayah Jawa, khususnya bagian tengah hingga timur, telah masuk kategori ekstrem panjang (lebih dari 60 hari tanpa hujan). Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagian Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, serta Sulawesi bagian selatan dan tenggara.

Kondisi ini turut disebabkan oleh iklim global yang masih menunjukkan El Niño kategori sangat kuat. Secara umum, aktivitas pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia menjadi berkurang.

Hal itu mengakibatkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah. Kondisi ini diperkirakan terjadi dari akhir September hingga awal Oktober 2026.



Simak Video "Video: Siap-siap! Puncak Kemarau Diprediksi pada Agustus dan Lebih Kering"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork