Wisata berkuda di kawasan Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, kini berhenti beroperasi. Usaha wisata berkuda tersebut sebelumnya viral di media sosial lantaran diduga mengeksploitasi binatang. Bahkan, kuda-kuda tersebut tampak kurus hingga akhirnya mati seekor.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung Anak Agung Raka Sukadana mengungkapkan kuda putih tersebut awalnya mengalami patah kaki. Menurutnya, pemilik usaha itu telah memindahkan kuda-kuda lainnya ke wilayah Tabanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kuda yang mati itu akibat meloncat dan kakinya patah karena kaget ada kebisingan di lokasi. Sisanya sudah dipindah ke Tabanan, maka usaha di Pererenan ini sudah resmi tutup dan tidak ada aktivitas lagi," kata Raka Sukadana, Minggu (20/9/2026).
Raka memastikan wisata berkuda tersebut sebelumnya beroperasi di Pererenan, bukan di kawasan Canggu sebagaimana kabar yang beredar. Ia mengingatkan setiap pelaku usaha serupa memenuhi standar perawatan serta kesehatan hewan secara menyeluruh.
"Apabila ke depan ada kegiatan sejenis, wajib hukumnya mengikuti ketentuan peraturan yang berlaku terkait syarat minimal perawatan kesehatan kuda. Kami harapkan di lokasi baru di Tabanan nanti pemilik benar-benar mematuhi aturan tersebut," ujar Raka Sukadana.
Sebelumnya, kasus ini menjadi sorotan publik setelah seorang warga negara asing (WNA) mengunggah kondisi kuda-kuda yang tampak kurus dan diduga menjadi korban eksploitasi. Petugas menemukan ada tiga ekor kuda berusia di atas 30 tahun yang sudah tidak disewakan lagi sejak dua tahun lalu.
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja bersama Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Badung mendatangi lokasi pada Jumat (18/9). Petugas menyebut kuda yang viral itu mati akibat sakit dan diduga stres.
"Kami sudah turun ke lokasi bersama Dinas Pertanian dan berkoordinasi dengan Perbekel Desa Canggu. Kuda yang viral itu memang sudah berusia di atas 30 tahun dan sudah mati karena sakit serta stres," kata Kasatpol-PP Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara, Minggu (20/9/2026).
Suryanegara mengatakan kondisi fisik kuda yang memprihatinkan juga dipengaruhi faktor usia yang sudah sangat tua. Ada dua kuda lain yang ditemukan petugas di lokasi. Dua kuda itu langsung dipindahkan petugas ke Tabanan.
Menurut Suryanegara, pemilik awalnya menyewakan kuda-kuda tersebut kepada para wisatawan untuk menyusuri pesisir pantai. Ia menyebut aktivitas penyewaan kuda itu telah dihentikan total sejak dua tahun lalu.
"Dulu kuda-kuda ini memang disewakan ke turis untuk jalan-jalan di pantai, tetapi sejak dua tahun lalu sudah tidak disewakan lagi. Dua kuda yang tersisa sudah resmi dipindahkan ke Tabanan," ujar Suryanegara.