Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung kini tengah merancang teknis untuk melibatkan Bantuan Keamanan Desa Adat (Bankamda) mengawasi objek pariwisata di wilayah masing-masing. Pemerintah daerah kini sedang mengkaji alokasi anggaran insentif untuk operasional petugas yang diperbantukan untuk pengamanan desa tersebut.
"Kalau kami lihat dari SDM kami yang ada, misalnya Dinas Perhubungan, Satpol PP, kelihatannya tidak cukup untuk kecepatan melakukan pengawasan," kata Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Jumat (18/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemberdayaan Bankamda ini, lanjut Adi, terinspirasi dari keberhasilan kolaborasi pemerintah dan desa adat di kawasan Sanur, Kota Denpasar dalam menjaga kenyamanan wisatawan. Keterlibatan keamanan berbasis desa terbukti mampu mendongkrak tingkat hunian hotel di wilayah tersebut hingga mencapai puluhan persen.
"Wisatawan yang datang ke sana itu merasa nyaman untuk menikmati fasilitas publik. Saya selaku bupati, dalam hal ini sebagai bentuk komitmen, mendorong adanya kolaborasi dan sinergitas antara kami pemerintah dengan desa adat," tambahnya.
Adi Arnawa menegaskan personel yang disiagakan di lapangan adalah Bankamda, yang di dalamnya terdapat berbagai unsur satuan pengamanan, termasuk Pecalang di dalamnya. Pengawasan difokuskan pada masing-masing wilayah desa yang menjadi kawasan pariwisata.
Namun, penganggaran untuk mendukung operasional Bankamda ini akan dibahas lebih lanjut. "Tentu yang kita butuhkan dukungan dari desa adat setempat untuk bersama-sama ada rasa memiliki melalui kolaborasi," tegas dia.