Cuaca buruk dan musim paceklik nelayan membuat Kios Ikan di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, ditinggal pedagang. Puluhan lapak penjual ikan yang dulunya ramai, kini hanya menyisakan lima orang pedagang.
"Pedagangnya kebanyakan musiman. Sekarang nelayan jarang melaut karena cuaca. Kalau nelayan sudah bisa melaut dan mendapat ikan, baru mereka bisa berjualan," ujar Perbekel Desa Pesinggahan, I Nyoman Suastika, Kamis (17/9/2026).
"Aktivitas perdagangan di kios ikan ini memang sangat bergantung pada hasil tangkapan nelayan. Kebanyakan pedagang di sana juga bersifat musiman karena enggan menjual ikan simpanan atau stok lama," imbuhnya.
Dari sekitar 16 lapak yang disewakan pemerintah desa, yang tersisa aktif hanya lima pedagang. Sementara ada dua pedagang yang mengembalikan uang sewa dan ada juga pedagang yang sudah membayar sewa tapi tidak aktif berjualan.
Meski banyak kios terlihat tutup, Suastika menegaskan hal itu bukan berarti ditinggal begitu saja.
"Para penyewa yang masih bertahan tetap rutin membayar sewa bulanan, namun hanya membuka lapak saat pasokan ikan segar tersedia," terangnya.
Sementara itu, Bendesa Adat Pesinggahan Wayan Sudiartana mengungkapkan dua pedagang yang mengembalikan kiosnya terpaksa mengambil keputusan itu karena terjepit paceklik ikan yang sudah berlangsung sekitar sebulan terakhir.
"Yang dua memang dikembalikan kemarin karena paceklik ikan. Mereka tidak mau jual ikan stok. Maunya ikan fresh. Dapat tangkapan, langsung dijual di sana," kata Sudiartana.
Menghadapi kondisi ini, pihak desa bersama pengelola tidak tinggal diam. Karena ketergantungan yang tinggi pada hasil laut, Desa Adat bersama Desa Dinas melalui BUMDes dan BUPDA kini membuka peluang diversifikasi usaha.
Kios-kios yang kosong rencananya tidak hanya dibatasi untuk pedagang ikan. Suastika membuka opsi bagi pedagang kuliner lain, seperti bakso atau makanan lainnya, agar fasilitas tersebut tetap produktif ketika cuaca buruk melanda nelayan.
"BUMDes dan Desa Adat juga menginginkan begitu. Kalau ada pedagang bakso atau usaha lain yang memungkinkan, bisa dimanfaatkan. Jangan sampai kosong," tegasnya.
Diketahui, kompleks kios ikan ini berada di jalur strategis. Kios ini dibangun menggunakan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemkab Badung senilai sekitar Rp 659 juta di atas lahan milik Desa Adat Pesinggahan.
Fasilitas yang diresmikan pada Januari 2025 ini awalnya bertujuan menertibkan para pedagang ikan yang sebelumnya berjualan di pinggir Jalan Raya Klungkung-Karangasem agar lalu lintas lebih lancar.
Kini, di tengah ujian cuaca ekstrem, pengelola berupaya keras menjaga agar roda perekonomian warga di sentra kios tersebut tetap berputar.
Simak Video "Video Evakuasi Perahu Nelayan Terbalik di Perairan Bali, Semua ABK Selamat"
(nor/nor)