Hiu Paus 8 Meter Terdampar Mati di Jembrana Dikubur

I Putu Adi Budiastrawan - detikBali
Sabtu, 12 Sep 2026 20:24 WIB
Foto: Petugas saat melakukan proses nekropsi bangkai hiu paus yang ditemukan terdampar di pesisir Pantai Pengeragoan, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Sabtu (12/9/2026). Dok. Polres Jembrana
Jembrana -

Seekor hiu paus (Rhincodon typus) ditemukan terdampar di pesisir Pantai Pengeragoan, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu (12/9/2026) pagi. Bangkai mamalia laut berukuran besar tersebut kini telah dievakuasi dan dikuburkan oleh tim gabungan.

Hiu paus berjenis kelamin jantan tersebut pertama kali diketahui oleh warga setempat sekitar pukul 08.30 Wita. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada perangkat desa dan pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

"Berdasarkan pemantauan di lokasi, satwa tersebut memiliki ciri fisik tubuh besar memanjang, kulit berwarna gelap dengan pola bintik-bintik putih, serta sirip punggung yang menonjol," ungkap Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta saat dikonfirmasi detikBali, Sabtu (12/9/2026).

Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Pekutatan bersama Satuan Polairud Polres Jembrana segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan. Langkah ini dilakukan dengan melibatkan Jaringan Satwa Indonesia (JSI) Banyuwedang Singaraja, serta BPSPL Jembrana.

"Dari hasil pemeriksaan dan identifikasi yang dilakukan oleh tim dokter JSI, hiu paus jantan tersebut diketahui memiliki panjang badan sekitar 8 meter, lebar badan 3,5 meter, lingkar badan 4,8 meter, serta lebar mulut mencapai 2,15 meter," papar Suparta.

Untuk mengetahui penyebab pasti kematian satwa dilindungi tersebut, tim dokter hewan dari JSI bersama instansi terkait melakukan proses nekropsi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memperoleh data biologis serta mengetahui kondisi fisik sebelum satwa tersebut mati.

Suparta menyampaikan bahwa seluruh penanganan dilakukan dengan mengedepankan koordinasi dan kehati-hatian, mengingat hiu paus merupakan satwa yang dilindungi.

"Penanganan kami lakukan secara bersama-sama dengan instansi yang memiliki kewenangan dan kompetensi di bidang konservasi serta kesehatan satwa. Penanganan terhadap bangkai satwa dilakukan secara tepat serta tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar," jelaskan.

Setelah seluruh proses pemeriksaan medis selesai, bangkai hiu paus tersebut langsung dievakuasi dan dikuburkan di sekitar lokasi menggunakan alat berat ekskavator. Seluruh rangkaian evakuasi berjalan lancar hingga selesai sekitar pukul 17.30 Wita.

"Seluruh proses kegiatan berjalan lancar. Bangkai paus tersebut juga sudah selesai dilakukan penguburan," tandas Suparta.



Simak Video "Di balik birunya laut Maratua, sang raksasa lembut menjaga keseimbangan samudra."

(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork