Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Badung bakal memperketat pengawasan terhadap fasilitas kesehatan dan penertiban praktik medis tanpa izin di kawasan wisata di Gumi Keris. Langkah ini dilakukan untuk menjamin keselamatan serta kenyamanan wisatawan mancanegara.
"Kami tidak menoleransi praktik medis ilegal yang berisiko membahayakan keselamatan pasien dan tentunya juga tenaga medis tersebut. Pengawasan kami menyasar klinik tanpa izin, layanan IV drip terselubung, hingga warga negara asing (WNA) yang praktik medis tanpa izin resmi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dr Bagus Padma Puspita, Sabtu (21/8/2026).
Selain menertibkan praktik medis ilegal, Pemkab Badung juga menyiagakan layanan kegawatdaruratan 24 jam yang terintegrasi melalui sistem Badung Sehat. Armada ambulans di 13 puskesmas juga disiapkan untuk merespons cepat setiap laporan kejadian darurat di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Integrasi sistem ini memungkinkan petugas mengarahkan armada terdekat ke lokasi sehingga waktu tanggap bisa kita pangkas. Kalau sebelumnya butuh waktu di atas 30 menit, sekarang rata-rata penanganan darurat sudah bisa ditekan jadi sekitar 10 sampai 14 menit," ujar Bagus Padma.
Sistem Badung Sehat memuat fitur telemedicine, ambulans non-darurat, hingga pemantauan wilayah terkait potensi penyakit demam berdarah dan rabies. Untuk kawasan wisata seperti Sangeh dan Uluwatu, penanganan kasus gigitan satwa dilakukan dengan menyediakan vaksin antirabies serta serum antirabies di puskesmas terdekat.
"Untuk mengantisipasi penyakit menular seperti rabies, cakupan vaksinasi anjing di wilayah Badung bahkan sudah kami genjot sampai di atas 80 persen. Kami juga perkuat pemantauan epidemiologi untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit Legionella dan DBD di kawasan padat turis," lanjutnya.
Sementara untuk mencegah gangguan pencernaan atau Bali belly pada wisatawan, pengawasan dilakukan dari hulu ke hilir dengan memeriksa higiene sanitasi di tempat pengolahan makanan. Seluruh pengelola akomodasi diimbau selalu mengarahkan wisatawan yang sakit ke fasilitas kesehatan resmi.
"Edukasi dan pemeriksaan sanitasi kita lakukan menyeluruh dari hotel, restoran, sampai usaha kuliner skala mikro di kawasan wisata. Kalau masyarakat atau wisatawan butuh layanan darurat, bisa langsung kontak Safety Center Kesehatan Badung di nomor 081139919119," pungkas Bagus Padma.