Senator AS Sebut Trump Kalah di Perang Iran

Novi Christiastuti - detikBali
Senin, 10 Agu 2026 12:25 WIB
Presiden AS Donald Trump. (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)
Denpasar -

Senator Amerika Serikat (AS) Chris Murphy menilai Presiden Donald Trump telah kalah dalam perang melawan Iran. Dia menyebut perang yang terus berlanjut justru membuat Amerika Serikat semakin lemah, sementara Iran semakin kuat.

"Jadi, Donald Trump telah kalah dalam perang ini," kata Murphy yang merupakan Senator Connecticut dari Partai Demokrat, dilansir dari detikNews, Senin (10/8/2026).

Murphy menilai Trump semakin terdesak untuk menerima kesepakatan yang "buruk" demi menarik AS keluar dari konflik tersebut. Upaya diplomasi untuk mengakhiri perang secara permanen sejauh ini belum membuahkan hasil konkret.

"Amerika menjadi lebih lemah. Iran menjadi lebih kuat," cetusnya.

Pernyataan Murphy disampaikan menyusul laporan Wall Street Journal (WSJ) yang menyebut Trump sedang mempertimbangkan langkah yang pada dasarnya merupakan pengakuan kekalahan atas salah satu tujuan militer utama AS.

Tujuan tersebut adalah mengamankan kesepakatan untuk memusnahkan material nuklir Iran yang tersisa serta memberlakukan pembatasan hukum terhadap kemampuan pengayaan uranium dan pengembangan nuklir Teheran di masa mendatang.

Menurut WSJ, Trump secara pribadi telah melontarkan gagasan kepada para stafnya bahwa dia bahkan mempertimbangkan untuk menerima kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa menuntaskan masalah nuklir Iran.

Murphy Dukung Kesepakatan "Buruk"

Dalam wawancara dengan program NBC "Meet the Press", Murphy mengatakan dirinya bahkan akan mendukung "kesepakatan yang buruk" demi mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Menurut Senator AS ini, biaya untuk membuka kembali jalur perairan strategis tersebut terus meningkat seiring dengan buntunya perundingan damai. Para pejabat Iran, berdasarkan laporan The Washington Times, telah menuntut pembayaran ganti rugi, pencabutan sanksi, dan penghentian operasi militer AS.

"Perang ini harus diakhiri karena setiap hari perang terus berlanjut, Amerika menjadi semakin lemah, Iran semakin kuat, dan masyarakat di Amerika Serikat semakin dirugikan akibat harga-harga yang terus melonjak naik," tegas Murphy.

Dia menambahkan bahwa dirinya akan menentang pendanaan untuk melanjutkan perang. Namun, dia akan mendukung pengisian kembali persediaan amunisi AS setelah konflik berakhir.



Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: AS-Iran Perang Lagi, Piala Dunia Terakhir Ronaldo"

(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork